The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Tolak Investasi Miras, Ketum PBNU: Agama Tegas Melarang!
Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj (nu.or.id)
News

Tolak Investasi Miras, Ketum PBNU: Agama Tegas Melarang!

Bangsa bisa rusak.

Senin, 01 Maret 2021 19:52 WIB 01 Maret 2021, 19:52 WIB

INDOZONE.ID - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj menegaskan menolak Peraturan Presiden (Perpres) terkait investasi minuman  keras (miras) di beberapa wilayah.

“Kita sangat tidak setuju dengan Perpres terkait investasi miras. Dalam Alquran dinyatakan (Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri dalam kebinasaan),” ujar Said dalam keterangannya yang diterima Indozone, Senin (1/3/2021).

Said Aqil menilai, sejatinya kebijakan pemerintah tersebut mendatangkan kemaslahatan bagi masyarakat. Apalagi, mengkonsumsi minuman keras sudah dilarang oleh agama.

Baca Juga: Begal HP Sadis Ditangkap Polisi: Tak Segan Bacok Korban yang Melawan 

Hal tersebut sebagaimana kaidah fiqih Tasharruful imam ‘alar ra’iyyah manuthun bil maslahah (kebijakan pemimpin harus didasarkan pada kemaslahatan rakyat).

“Karena agama telah tegas melarang, maka harusnya kebijakan pemerintah itu menekan konsumsi minuman beralkohol, bukan malah didorong untuk naik,” tegasnya.

Oleh karena itu, lanjut dia, melihat bahaya sebagai dampak negatif yang jelas dari miras ini sudah seharusnya dicegah dan tidak boleh ditoleransi. Kemudian Kaidah fiqih yang menyatakan rela terhadap rencana investasi maka jangan disalahkan bangsa bila masyarakt menjadi rusak.

"Kalau kita rela terhadap rencana investasi miras ini, maka jangan salahkan kalau nanti bangsa kita rusak," tuturnya.

Diketahui sebelumnya, Presiden Jokowi meneken Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal. Di Perpres itu diatur soal penanaman modal untuk minuman beralkohol.

Perpres Nomor 10 Tahun 2021 itu menjelaskan bahwa penanaman modal adalah segala bentuk kegiatan menanam modal baik oleh penanam modal dalam negeri maupun penanam modal asing untuk melakukan usaha di wilayah Negara Republik Indonesia. Penanam modal bisa berupa perseorangan atau badan usaha.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fiddy Anggriawan
Harits Tryan Akhmad

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US