The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Jemaah Umrah yang Vaksinnya Diakui Pemerintah Arab Saudi Tak Perlu Karantina
Ilustrasi jemaah umrah. (Saudi Ministry of Media/Handout via REUTERS)
News

Jemaah Umrah yang Vaksinnya Diakui Pemerintah Arab Saudi Tak Perlu Karantina

4 vaksin diakui Arab Saudi.

Selasa, 30 November 2021 13:25 WIB 30 November 2021, 13:25 WIB

INDOZONE.ID - Kerjaaan Arab Saudi telah mengizinkan warga negara dari Indonesia untuk masuk per 1 Desember 2021. Dengan demikian Indonesia pun kini bisa mengirim jemaah umrah ke Arab Saudi dengan aturan tertentu.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, Arab Saudi mengeluarkan aturan atau ketentuan bagi jemaah yang ingin melaksanaan umrah.

Pertama, kata Yaqut, bagi jemaah umrah yang divaksin dengan merek yang diakui pemerintah Arab Saudi, maka  tidak perlu menjalani karantina. Pemerintah Arab Saudi sendiri mengakui beberapa vaksin seperti Pfizer, AstraZeneca, Moderna, dan Johnson&Johnson.

Baca juga: WNI Bisa Naik Penerbangan Langsung ke Arab Saudi, Tidak Perlu Vaksin Booster

"Bagi jemaah umrah yang datang dari luar dengan menggunakan visa umrah, dan telah disuntik dengan vaksin yang diakui oleh kerajaan Arab Saudi dengan dosis lengkap dibolehkan langsung melaksanakan umrah dan tidak diberlakukan penerapan karantina," ungkap Yaqut dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR, Selasa (30/11/2021).

Disebutkan Yaqut, bagi jemaah umrah vaksin yang diakui WHO perlu melakukan karantina selama 48 jam. Calon jemaah perlu menjalani tes PCR dan setelah dinyatakan negatif dibolehkan untuk melaksanakan umrah.

"Kemudian jamaah umroh yang telah divaksin dosis lengkap dengan vaksin yang diakui WHO diberlakukan karantina tiga hari dan dalam masa karantina itu selama 48 jam akan dilakukan tes PCR dan setelah dinyatakan negatif langsung dibolehkan melaksanakan umroh," tutur Yaqut.

Yaqut menekankan dalam mempersiapkan keberangkatan jemaah umrah, pemerintah terus melakukan koordinasi dan menyiapkan skema keberangkatan. Seperti halnya melakukan komunikasi dengan Kementerian dan Lembaga terkait.

Ia menerangkan bila nantinya jemaah umrah hanya melalui bandara Soekarno-Hatta. Di mana sebelumnya mereka menjalani skrining protokol kesehatan di asrama haji Pondok Gede, Jakarta.

"Hal ini dimaksudkan dalam rangka perlindungan keamanan dan keselamatan jamaah umrah serta upaya meyakinkan mitra kita di Arab Saudi bahwa Indonesia telah secara serius dan baik dalam menyiapkan jamaah umrah berikut penerapan protokol kesehatan sesuai standar sejak sebelum keberangkatan," tandas Yaqut.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahmy Fotaleno
Fitri
Harits Tryan Akhmad
JOIN US
JOIN US