Udara Kategori Berbahaya, Pengendara Wanita Lemas dan Hampir Pingsan 
Pengendara kendaraan bermotor menembus kabut asap pekat di Pekanbaru, Riau. (Antara/Rony Muharrman)
News

Udara Kategori Berbahaya, Pengendara Wanita Lemas dan Hampir Pingsan 

Yulia Marianti
Jumat, 13 September 2019 14:36 WIB 13 September 2019, 14:36 WIB

INDOZONE.ID - Kabut asap yang masih menyelimuti Provinsi Riau membuat seorang pengendara sepeda motor harus dilarikan ke rumah sakit karena lemas dan sesak nafas.

Dilansir dari Twitter @sepdum, wanita berhijab merah dan berkendara motor matik ini nyaris tumbang dari atas kendaraan karena menjadi korban kabut asap.

"Mohon ijin menyampaikan, semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT dan asap segera hilang dari bumi lancang kuning. Semoga kondisi ibu segera pulih, amin ya Allah. Kejadian pagi ini di perempatan SSQ - Sukajadi, Dumai," tulis akun tersebut.

Pengendara wanita paruh baya tersebut diketahui berhenti di perempatan lampu lalu lintas Tugu PON Kota Dumai. Diduga ia lemas akibat menghirup udara berasap. Korban kemudian diselamatkan oleh petugas kesehatan yang tengah membagikan masker.

Terpisah, Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Primer Dinas Kesehatan Kota Dumai Hafidz Permana mengatakan, hasil medis diketahui wanita pengendara motor ini menderita asma. Kabut asap membuatnya makin sesak nafas.

"Dari laporan medis, ibu itu sudah dibolehkan pulang, dia hanya sesak nafas dan linglung di atas kendaraan. Untung saja ada beberapa relawan menolong saat kejadian," kata Hafidz.

Sementara, informasi BPBD Kota Dumai menyatakan, indeks standar polusi udara (ISPU) Dumai pada Jumat (13/9) berada di angka di atas 300 PSI dan masuk dalam kategori berbahaya.

Akibat udara tercemar asap, belum lama ini juga ada empat siswi salah satu sekolah menengah atas di Kota Dumai mengalami pusing-pusing di dalam kelas, dan harus mendapat tindakan medis akibat terpapar kabut asap sisa kebakaran hutan dan lahan.

Artikel Menarik Lainnya:

    TAG
    Editor Media
    TERKAIT DENGAN INI
    ARTIKEL LAINNYA
    LOAD MORE