The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Polisi Pilih ke Bali untuk Periksa Wanita yang Ngaku Dilecehkan saat Rapid di Bandara
Ilustrasi pelecehan seksual. (INDOZONE)
News

Polisi Pilih ke Bali untuk Periksa Wanita yang Ngaku Dilecehkan saat Rapid di Bandara

Bergerak cepat.

Senin, 21 September 2020 09:04 WIB 21 September 2020, 09:04 WIB

INDOZONE.ID - Pihak kepolisian dari Polres Bandara Soekarno Hatta bergerak cepat dan sudah terbang sampai ke Bali untuk mencari dan menemui seorang wanita yang viral karena menceritakan pengalaman buruknya saat melakukan rapid test di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang. Di sana, pihak kepolisian akan memintai keterangan dari sisi korban.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno Hatta, Kompol Alexander Yurikho. Dia menyebut timnya sudah terbang ke Bali.

"Betul (polisi dari Polres Bandara Soetta) sudah terbang ke Bali," kata Kompol Alex saat dihubungi Indozone, Senin (21/9/2020).

Seperti yang disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus sebelumnya, Kompol Alex mengatakan keberangkatan pihaknya ke Bali untuk menemui korban. Tujuannya untuk menjemput bola dalam kasus ini.

"Penyelidik Satuan Reskrim Polresta Bandara Soetta jemput bola untuk melakukan pemeriksaan terhadap masyarakat yang diduga mengalami atau menjadi Korban dugaan tindak pidana di Bali," ungkap Alex.

Lebih jauh Alex belum bisa memastikan apakah korban nantinya bersedia atau tidak diperiksa oleh polisi. Hal itu sendiri memang merupakan hak dari pada korban.

"Kita lihat nanti ya kan semua tergantung kesediaan yang merasa menjadi korban," beber Alex.

Seperti diketahui, pengguna Twitter dengan akun @listongs mengaku menjadi korban pelecehan saat menjalani rapid tes di Bandara Soekarno Hatta. Tak hanya dilecehkan, dia juga mengaku diperas oleh diduga oknum dokter disana.

Kasus ini bermula saat korban ingin melakukan penerbangan dan berniat melakukan rapid test di Bandara Soetta. Hasil rapid itu menunjukan jika korban reaktif Covid-19 namun yang diduga oknum dokter itu menawarkan mengubah data hasil rapid tes korban menjadi non reaktif dengan biaya sebesar Rp1,4 juta.

Setelah korban menyetujuinya, diduga oknum dokter itu langsung melakukan tindakan pelecehan terhadap korban. Korban langsung menceritakan kejadian itu di media sosial dan viral di lini masa.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Edi Hidayat
Yulia Marianti
Samsudhuha Wildansyah
JOIN US
JOIN US