The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Industri Fashion Dunia Rugi Drastis hingga Ratusan Miliar
Ilustrasi industri fashion (Head topics)
Life

Industri Fashion Dunia Rugi Drastis hingga Ratusan Miliar

Dampak virus corona.

Kamis, 02 April 2020 19:42 WIB 02 April 2020, 19:42 WIB

INDOZONE.ID - Penyebaran virus corona terus meluas ke sejumlah negara di seluruh belahan dunia. Minimnya aktivitas di luar rumah membuat beberapa sektor industri fashion mengalami penurunan drastis. Penjualan fashion mengalami kesulitan, bahkan penghentian produksi akibat pandemi virus corona.

Mengutip dari laman Channel News Asia, Kamis (2/4/2020), pendapatan di industri fashion dunia mengalami penurun sekitar 25-35 persen. Managing Director The Boston Consulting Group, Global Head of Luxury mengatakan, penurunan ini meliputi beberapa kategori. D iantaranya, pakaian, aksesoris, jam tangan, perhiasan, parfum dan kosmetik.

Kondisi diprediksi akan semakin parah apabila virus corona tidak kunjung teratasi. Bayangkan saja total penjualan di industri fashion mengalami penurun hingga US$650-925 miliar, angka yang sangat fantastis bukan.

Travel Triangle
Ilustrasi industri fesyen lesu (Travel Triangle)

Pada Februari 2020, tepatnya ketika virus corona belum menyambangi sejumlah negara di Eropa dan Amerika, pelaku industri fashion dunia memprediksi akan mengalami penurunan 15 persen. Tapi siapa sangka, perkiraan itu meleset, penurunan melebihi apa yang diduga.

"Bahkan kondisi ini lebih buruk dari tahun 2008 lalu. Kala itu fashion dunia mengalami penurunan yang luar biasa, hingga terjadi goncangan secara finansial. Sejumlah toko tutup karena tidak bisa memenuhi permintaan konsumen. Tapi siapa sangka, tahun ini justru lebih parah," tambah Sarah Willersdorf.

Eropa Selatan diperkirakan menjadi wilayah yang mengalami penurunan terbesar, yakni rentang 85-95 persen terhitung Maret - Mei 2020. Tiongkok juga mengalami penurunan drastis pada Februari 2020, sekitar 75-85 persen industri fashionnya mengalami krisis. Begitu pula dengan AS yang mengalami penurunan 75-85 persen pada periode Maret - April 2020.

Meskipun mengalami kondisi pandemi serupa, fashion AS dan Tiongkok masih terbilang beruntung, perekonomian mereka jauh lebih baik sehingga dapat melakukan pemulihan. Gaya hidup berbasis digital dinyatakan sebagai salah satu penyelamat sektor industri fashion.

"Masih ada konsumen yang akhirnya memilih belanja online. Hal ini tentu didukung oleh produsen yang menyediakan layanan virtual lebih canggih agar konsumen bisa membeli layaknya di toko," pungkasnya. 

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fauzi
Dinno Baskoro
Syarifah Noer Aulia

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US