The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Apakah Peralatan Masak Berbahan Silikon Aman Digunakan?
Peralatan dapur. (photo/Ilustrasi/Pexels/Meruyert Gonullu)
Fakta Dan Mitos

Apakah Peralatan Masak Berbahan Silikon Aman Digunakan?

Selasa, 14 September 2021 14:47 WIB 14 September 2021, 14:47 WIB

INDOZONE.ID - Makanan yang sehat itu tergantung dari banyak faktor. Bukan hanya pilihan bahan makanan ataupun cara memasak, peralatan yang dipakai pun menjadi pertimbangan yang penting. Belakangan ini, telah muncul tren alat masak silikon, seperti spatula, sendok, sikat, cekatan hingga penjepit makanan yang diklaim menggantikan alat dari aluminium, kayu, dan stainless. 

Peralatan silikon ini pun diklaim fleksibel dan tahan lama, juga tidak merusak panci atau wajan antilengket. Tetapi, apakah peralatan silikon ini aman digunakan untuk memasak? Seorang ahli gizi klinis yang bersertifikat di India, Lakshita Jain mengatakan silikon adalah sintetis (karet) yang mengandung silikon terikat dan oksigen, juga beberapa diantaranya mengandung karbon. 

Orang sering menggangap silikon sebagai plastik, padahal silikon sendiri dibuat dari silika atau pasir kuarsa. Melihat hal itu, Lakshita Jain memberikan pernyataannya. 

“Untuk mencapai ini, silika, mineral kuarsa yang berlimpah di pasir, dipanaskan hingga 1.800 derajat Celcius. Silikon yang dihasilkan didinginkan dan digiling sampai menjadi bubuk halus,” ungkapnya, melansir indianexpress.com. 

Menurutnya, produk silikon di industri menggunakan silika gel biasa, dan silika gel food grade yang digunakan pada produk bersentuhan dengan makanan. Jika kamu tidak yakin dengan kualitas peralatan dapur silikon, Jain pun membagikan dua cara untuk menilainya.

Pertama adalah dengan mencium baunya. Silikon sendiri mempunyai bau yang kuat, meskipun beberapa gel silika food grade juga agak bau, lama kelamaan baunya hilang setelah jangka waktu tertentu dan aman untuk digunakan. Kedua adalah dengan sentuhan. Gel silika food grade mempunyai ketangguhan dan elastisitas yang baik, 

Tidak mudah untuk mengubah bentuk secara permanen dengan menarik. Produk silikon biasa mudah berubah bentuk dan kasar saat disentuh.

“Silikon tidak dapat terurai secara hayati, tetapi lebih ramah lingkungan daripada plastik. Plastik kurang tahan lama dibandingkan silikon sehingga lebih sering diganti, menyebabkan lebih banyak limbah,” tuturnya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fernando Sutanto

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US