The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Hati-hati! Rasa Kesemutan yang Tidak Hilang Bisa Jadi Gejala Neuro HIV
Ilustrasi penyebaran HIV di Indonesia. (Freepik)
Health

Hati-hati! Rasa Kesemutan yang Tidak Hilang Bisa Jadi Gejala Neuro HIV

Diobati hilang sesaat

Jumat, 09 Desember 2022 21:40 WIB 09 Desember 2022, 21:40 WIB

INDOZONE.ID - Setiap orang pasti pernah merasakan salah satu anggota tubuh yang kebas atau kesemutan. Umumnya, setelah anggota tubuh itu diregangkan, lama-lama rasa kesemutan akan hilang dengan sendirinya.

Tapi, kamu harus tahu, jika rasa kesemutan itu tidak kunjung hilang, bisa jadi salah satu gejala dari penyakit neuro HIV, atau sistem saraf yang terdampak akibat infeksi HIV.

"Kalau penyebabnya bukan karena penyakit neuro HIV, biasanya kita minum vitamin neurotropik bisa hilang dan bisa timbul lagi lama," ucap Dokter spesialis saraf RSUP Fatmawati Jakarta, dr. Arfan Mappalilu, dalam diskusi Radio Kesehatan Kementerian Kesehatan secara virtual, Jumat (9/12/2022).

Baca Juga: Hasil Tes HIV Negatif usai Konsumsi ARV 3 Bulan, Begini Penjelasan Prof Zubairi Djoerban

"Namun, kalau karena dasarnya neuro HIV kita obati, cenderung berkurangnya sedikit saja. Kemudian nanti beberapa hari timbul lagi karena memang dasar penyakitnya masih ada," sambungnya.

Menurut dr Arfan, infeksi virus HIV biasanya tidak langsung menyerang sistem saraf, tetapi mengakibatkan penurunan daya tahan tubuh. Hal itu menimbulkan potensi masuknya virus, kuman, atau bakteri ke dalam tubuh.

Salah satu jenis virus atau bakteri yang dapat menyerang sistem saraf seperti tuberculosis (TB) dan toksoplasma.

Ia menjelaskan, ada beberapa gejala ringan neuro HIV. Misalnya, jika menyerang sistem saraf perifer terjadi dalam bentuk sering merasakan kebas atau kesemutan. Sementara yang parah dapat menyerang sistem saraf pusat di otak.

Baca Juga: Beda dengan Orang Dewasa, HIV Pada Anak Biasanya Langsung Muncul Gejala Berat

"Sepanjang virusnya belum diobati atau komplikasinya belum diobati hanya gejalanya, bisa berkurang sedikit bisa juga tidak," katanya.

Sementara itu, data terbaru Kemenkes RI menunjukkan, ada sekitar 51 persen kasus HIV baru yang terdeteksi diidap oleh remaja. Berdasarkan data modeling AEM, pada 2021, diperkirakan sekitar 526.841 orang hidup dengan HIV dengan estimasi kasus baru sebanyak 27 ribu kasus.

Data Kemenkes juga menunjukkan, sekitar 12.533 kasus HIV dialami oleh anak usia 12 tahun ke bawah.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahrizal Daulay
Achmad Rafiq
ARTIKEL LAINNYA
LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US