The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

3 Cara Mengatasi Lemas di Hari-Hari Awal Puasa Menurut Dokter
Ilustrasi lemas saat puasa (Unsplash/fizkes)
Health

3 Cara Mengatasi Lemas di Hari-Hari Awal Puasa Menurut Dokter

Perhatikan asupan sahur.

Minggu, 03 April 2022 17:08 WIB 03 April 2022, 17:08 WIB

INDOZONE.ID - Hari-hari pertama puasa memang begitu berat. Pasalnya tubuh belum terbiasa dengan perubahan pola makan. Alhasil tubuh menjadi lemas dan gampang lesu. 

Kondisi ini sendiri muncul akibat tubuh tidak mendapat zat gizi selama berjam-jam setelah sahur. Padahal sejatinya tubuh perlu karbohidrat yang akan diolah jadi gula.

Baca juga: 4 Tips Mencegah Bau Mulut saat Puasa, Gak Cukup Cuma Sikat Gigi!

Selanjutnya, gula akan diproses menjadi bahan bakar atau sumber energi untuk beraktivitas. Namun, menurut seorang pakar sistem endokrin dan metabolisme, dr. David McCulloch, sumber energi ini hanya bertahan beberapa jam setelah kamu makan.

Inilah mengapa di siang dan sore hari tubuh mulai kehilangan energi dan kamu pun lemas. Tetapi jangan khawatir, setelah beberapa hari menjalani puasa tubuh akan mampu menyesuaikan diri dengan perubahan pola makan.

Tubuh akan mulai membaca kebiasaan barumu, yaitu tidak akan mendapat asupan karbohidrat lagi sampai waktunya berbuka puasa.

Cara kerja tubuh

Jika saat kamu tidak puasa, gula dari karbohidrat akan langsung dibakar dalam waktu beberapa jam saja. Tetapi saat puasa gula akan dibakar pelan-pelan, yaitu sampai tiba saatnya berbuka.

Namun, penyesuaian ini tidak bisa terjadi dalam sekejap mata. Tubuh memerlukan waktu beberapa hari atau bahkan seminggu untuk beradaptasi dengan proses ini.

Itu sebabnya, biasanya kamu hanya akan merasa letih dan lemas di awal-awal bulan puasa.

Cara mengatasi lemas

Lebih lanjut dr. David McCulloch menjelaskan ada beberapa cara yang ampuh untuk mengatasi rasa lemas di hari-hari pertama puasa, yaitu sebagai berikut:

1. Penuhi karbohidrat kompleks

Ilustrasi makanan bergizi (Unsplash/AsiaVision)
Ilustrasi makanan bergizi (Unsplash/AsiaVision)

Saat sahur, perbanyak konsumsi karbohidrat kompleks daripada karbohidrat sederhana. Karbohidrat sederhana lebih banyak mengandung gula sedangkan karbohidrat kompleks lebih banyak mengandung serat dan ragi.

Dengan mengonsumsi karbohidrat kompleks, proses pengolahan karbohidrat menjadi sumber energi berlangsung lebih lama. Sehingga kamu bisa tetap berenergi sampai waktunya berbuka puasa.

Asupan karbohidrat kompleks sendiri bisa kamu dapatkan dari produk olahan gandum utuh, sayur, buah, dan kacang-kacangan.

2. Perhatikan asupan zat seng

Ilustrasi makanan bergizi (Unsplash/AsiaVision)
Ilustrasi makanan bergizi (Unsplash/AsiaVision)

Zinc atau dikenal juga dengan istilah zat seng sangat diperlukan guna mengolah karbohidrat dalam tubuh.Sehingga bila kamu kekurangan mineral seng, karbohidrat yang kamu konsumsi saat sahur akan sulit diubah jadi sumber energi. Akibatnya, kamu akan merasa lemas saat puasa seharian.

Untuk itu, pastikan kamu memenuhi asupan seng saat sahur dan buka puasa. Pilih menu yang kaya zat seng seperti daging sapi atau kambing.

Namun, makan daging saat sahur dan berbuka saja belum mencukupi kebutuhan zat seng dalam sehari. Jadi bila perlu, saat sahur dan buka puasa kamu juga  bisa mengonsumsi suplemen yang kaya akan zinc.

3. Konsumsi vitamin C

Ilustrasi sumber vitamin C (Unsplash/yulka3ice)
Ilustrasi sumber vitamin C (Unsplash/yulka3ice)

Badan lemas saat puasa juga bisa disebabkan oleh melemahnya daya tahan tubuh. Pasalnya, ketika puasa tubuh tidak mendapatkan asupan nutrisi sebanyak dan selengkap biasanya.

Nah untuk menjaga daya tahan tubuh, kamu perlu mengonsumsi vitamin C. Perbanyaklah makan sayur dan buah yang kaya vitamin C seperti jambu, cabai merah, dan brokoli.

Bila perlu, kamu juga bisa mengonsumsi suplemen yang sudah mengandung vitamin C sekaligus seng setelah makan sahur, atau setelah berbuka puasa.
 

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Abul Muamar
Anisa Rizwani
JOIN US
JOIN US