The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Makan Lobster Jangan Kalap, Ini Risikonya Bagi Tubuh
Ilustrasi lobster. (Pexels/Roman Odintsov)
Health

Makan Lobster Jangan Kalap, Ini Risikonya Bagi Tubuh

Ketahui ya.

Kamis, 09 Juli 2020 17:55 WIB 09 Juli 2020, 17:55 WIB

INDOZONE.ID - Lobster merupakan salah satu hewan laut yang sering disantap oleh banyak orang. Meskipun harganya tidak murah, aneka olahan lobster begitu digemari. Bahkan beberapa orang bisa sampai kalap jika sudah memakan lobster.

Tekstur daging yang tebal dan empuk serta cita rasanya yang manis menjadi salah satu alasan lobster menjadi makanan favorit banyak orang. Belum lagi lobster mengandung nilai gizi yang cukup tinggi dan dibutuhkan oleh tubuh.

Spesialis gizi klinik dr Eva Kurniawati SpGK mengatakan, dalam 145 gram lobster terkandung 129 kalori energi, 27,5 gram protein, dan 1,25 gram lemak. Lobster juga mengandung mineral seperti selenium, fosfor, kalsium, seng, dan vitamin B12. Selain itu, lobster rendah kolesterol dan merupakan salah satu sumber lemak omega 3.

Kendati demikian, batasi diri ketika hendak mengonsumsi lobster. Sebab biarpun nilai gizinya tinggi, segala sesuatu yang dikonsumsi berlebihan pasti tidak baik.

"Perhatikan risiko merkuri jika terlalu banyak konsumsi lobster," kata dr Eva kepada Indozone saat dihubungi melalui pesan singkat, Kamis (9/7/2020).

Paparan merkuri yang tinggi pada tubuh dapat menyebabkan kerusakan pada saluran pencernaan, sistem saraf, dan ginjal. Merkuri juga bisa menggganggu fungsi organ tubuh antara lain otak, jantung, ginjal, paru-paru, dan sistem kekebalan tubuh.

Di sisi lain, orang-orang yang memiliki alergi tidak diperkenankan mengonsumsi lobster karena bisa membuat alerginya kambuh. Sedangkan bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung dan kolesterol tinggi harus membatasi jumlah asupannya.

"Untuk yang punya riwayat jantung, kolesterol tinggi harap memerhatikan porsi dan teknik pengolahan lobster yang akan dikonsumsi. Ingat, batas konsumsi kolesterol harian bagi dewasa normal 300mg/hari. Sedangkan bagi mereka yang sudah ada risiko hanya boleh 200mg/hari," pungkas dr Eva.


Artikel Menarik Lainnya:

TAG
TERKAIT DENGAN INI

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US