The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Lakukan Hal Ini Jika Fobia Jarum Suntik Jelang Vaksin Covid-19
Atas fobia jarum suntik saat vaksin Covid-19 (Pexels/CDC)
Health

Lakukan Hal Ini Jika Fobia Jarum Suntik Jelang Vaksin Covid-19

Hal kecil atasi fobia.

Selasa, 04 Mei 2021 16:14 WIB 04 Mei 2021, 16:14 WIB

INDOZONE.ID - Beberapa orang mungkin merasakan takut berlebihan atau fobia terhadap jarum suntik. Lantas bagaimana cara mengatasi ketakutan terhadap jarum suntik?

Sebagian dari kita mungkin saja merasakan panik di momen perawat menyingsingkan lengan baju sebelum menyuntikkan vaksin Covid-19 ke dalam tubuh.

Bahkan sekadar mendengar kata "jarum" sudah cukup untuk membuat Anda pingsan.

Baca Juga: Diperkirakan Dunia Akan Menghabiskan $ 157 Miliar untuk Vaksin Covid-19 Hingga 2025

Hingga 10 persen populasi memiliki fobia jarum sedang hingga parah (meskipun lebih banyak lagi yang memiliki ketakutan ringan), dengan pikiran atau foto jarum suntik, atau bahkan saat membaca mengenai jarum suntik.

Biasanya, orang yang memiliki fobia jarum suntik akan memilih menghindar dari vaksinasi Covid-19 yang dilakukan sebanyak dua kali.

“Ini adalah gangguan yang sangat parah dan signifikan yang sangat mengganggu bagi beberapa orang dan mengganggu fungsinya,” ujar Psikolog Pusat Intervensi Klinis, Louise Pannekoek seperti dilansir dari Perth Now.

Ada juga kecenderungan genetik yang menyebabkan orang mengalami fobia jarum suntik. Namun setelahnya dapat berkembang di kemudian hari di masa remaja dan dewasa.

Untuk menghindari orang yang fobia jarum suntik pingsan saat divaksin, mengatur ketegangan otot  untuk meningkatkan tekanan darah bisa dilakukan.

Dalam jangka panjang, Pusat Intervensi Klinis mengajarkan teknik mengatasi kecemasan dan membawa individu melalui proses "paparan bertahap" dalam empat hingga 12 sesi.

“Kita mungkin mulai dengan melihat foto jarum suntik, lalu melihat jarum suntik yang masih ada di atas meja, lalu dengan langkah-langkah kecil untuk memegangnya, berlatih menyuntikkan jarum ke jeruk, menonton video seseorang yang diambil darahnya. dan akhirnya menjalani prosedur sendiri,” kata Pannekoek.

“Ini semua tentang berusaha berdamai dengan kecemasan, daripada melarikan diri atau menghindarinya."

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fiddy Anggriawan
Lanjar Wiratri
JOIN US
JOIN US