Menyebar dengan Cepat, Virus Corona Lebih Parah dari Virus SARS
Ilustrasi (Unsplash.com/Macau Photo Agency)
Health

Menyebar dengan Cepat, Virus Corona Lebih Parah dari Virus SARS

Hasil penelitian baru.

Kamis, 20 Februari 2020 20:48 WIB 20 Februari 2020, 20:48 WIB

INDOZONE.ID - Virus corona sudah menyebar luas di lebih dari 30 negara di dunia. Berdasarkan data dari Worldmeter, Kamis (20/2/2020), wabah yang disebabkan virus Covid-19 telah menyebabkan 75.735 orang terinfeksi, dengan korban meninggal 2.129 jiwa.

Banyak yang bingung mengapa penyebaran virus corona bisa sangat cepat. Padahal, World Health Organization (WHO) dan pemerintah dari berbagai negara di dunia ikut berpikir keras dan mengerahkan semua kemampuan untuk menanggulangi Covid-19.

Sayangnya, jatuhnya korban belum bisa dikurangi dengan cepat.

virus corona, covid-19
Ilustrasi (Xinhua/Han Xiaoyu)

Mengapa Bisa Begitu Cepat?

Dalam penelitian terbaru yang dikeluarkan New England Journal of Medicine, virus corona bisa menyebar dengan cepat dan mudah di tubuh manusia. Bahkan, saat orang tersebut tak memiliki gejala virus corona.

Jurnal dengan judul The reproductive number of COVID-19 is higher compared to SARS, menemukan hasil yang lebih mengejutkan lagi. Penyebaran virus corona lebih parah dibandingkan dengan SARS.

"Angka reproduksi dasar adalah konsep sentral dalam epidemiologi penyakit menular, menunjukkan risiko agen menular dengan cepat, mengakibatkan epidemi," tulis jurnal tersebut.

virus corona, covid-19
Ilustrasi (Xinhua/Peng Zhaozhi)

Perbandingan dengan SARS

Dengan menggunakan perbandingan virus SARS, Covid-19 dianggap lebih cepat penyebarannya. Waktu saat virus corona ditransfer, jauh lebih tinggi dari perkiraan saat ini.

Joacim Rocklov, ketua penelitian yang juga profesor kesehatan di Universitas Umea di Swedia, menemukan virus corona bisa menularkan ke orang yang sehat atau bersih. Istilahnya, Covid-19 seolah menemukan populasi baru untuk berkembangbiak.

"Ketika melihat perkembangan epidemi corona, kenyataannya melebihi pertumbuhan epidemi tertinggi dalam perhitungan kita," kata Joacim Rocklöv kepada medicalnewstoday.

Terlepas dari semua aktivitas intervensi dan pengendalian, virus corona sudah menyebar ke tingkat yang jauh lebih tinggi daripada SARS," sebutnya.


Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Desika Pemita

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU