The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Sering Pakai Gadget? Hati-hati Terkena Phantom Vibration Syndrom
Ilustrasi phantom vibration syndrom. (THEBAKERORANGE)
Fakta Dan Mitos

Sering Pakai Gadget? Hati-hati Terkena Phantom Vibration Syndrom

Ketahui arti phantom vibration syndrom.

Jumat, 28 Februari 2020 15:25 WIB 28 Februari 2020, 15:25 WIB

INDOZONE.ID - Apakah kamu pernah merasakan gadgetmu bergetar atau berdering, lalu saat kamu melihatnya ternyata tidak ada panggilan atau pesan masuk sama sekali? Sensasi yang sebenarnya tidak ada ini mungkin saja pernah dirasakan oleh setiap orang yang terlalu sering menggunakan gadget.

Penggunaan gadget yang berlebihan akan membuat halusinasi muncul. Sehingga, saat melakukan aktivitas lain, kamu masih saja merasakan getaran ataupun dering palsu yang kamu kira ditimbulkan gadget-mu.

Kalau kamu sering merasakan getaran atau dering palsu, mungkin saja kamu sedang mengalami phantom vibration syndrom. Phantom vibration syndrom merujuk pada seseorang yang sering merasakan getaran atau dering pada gadgetnya, meskipun tidak ada yang terjadi pada gadgetnya.

phantom vibration syndrom
Ilustrasi phantom vibration syndrom. (THEBAKERORANGE)

Sindrom seperti ini sebenarnya sudah ada sejak penggunaan pager beberapa tahun silam atau yang biasa disebut phantom pager syndrom. Namun saat ini, sindrom tersebut telah beralih menjadi sindrom bagi pemilik gadget seperti telepon genggam. Belum ada penelitian yang menyimpulkan apakah phantom vibration syndrom ini merupakan sebuah gangguan fisik atau gangguan mental atau bahkan keduanya.

Secara medis, pada saat gadget-mu bergetar ataupun berdering, sistem pada otakmu langsung menerjemahkan makna dari sinyal tersebut lalu mengirimkannya ke otot dan juga organ tubuh lainnya sehingga kamu bisa langsung menyadari getaran atau dering tersebut.

Bagi seorang yang memilki phantom vibration syndrom, sistem otak salah menerjemahkan sinyal yang mungkin saja berasal dari hal kecil seperti gesekan pakaian atau suara musik sebagai getaran atau dering pada gadget. Sebagian orang merasa tak masalah dengan getaran atau dering palsu yang dirasakannya. Namun, tak sedikit pula yang merasa sangat terganggu bahkan merasa tersiksa.

Jika kamu merasa terganggu, memulihkan phantom vibration syndrom dapat dilakukan dengan cukup mudah, misalnya dengan membawa gadgetmu ke tempat yang tidak biasa kamu letakkan. Atau kamu juga bisa mengubah nada dering di gadget-mu secara berkala.

 


Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahmy Fotaleno
Mauliyana Puspa Adityasari
Dita Rana
JOIN US
JOIN US