The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Sejarah Demo Kenaikan BBM di Indonesia, Langkah Masyarakat Supaya Didengar oleh Pemerintah
Ilustrasi demo masa dulu. (Wikipedia)
Fakta Dan Mitos

Sejarah Demo Kenaikan BBM di Indonesia, Langkah Masyarakat Supaya Didengar oleh Pemerintah

Senin, 12 September 2022 15:01 WIB 12 September 2022, 15:01 WIB

INDOZONE.ID - Hari ini, tengah berlangsungnya demo besar-besaran di depan kantor DPR Jakarta Pusat dalam rangka menuntut kenaikan harga BBM yang belakangan diketahui naik sebesar 27 hingga 30 persen.

Namun, seakan bukan menjadi hal yang diherankan lagi mengapa masyarakat melakukan demo setiap adanya kenaikan harga BBM yang ditetapkan pemerintah Indonesia.

Dikutip dari repository.binadarma.ac.id, demonstrasi seakan menjadi sebuah cara masyarakat dalam menyampaikan aspirasi supaya didengarkan oleh pemerintah Indonesia.

Hal ini lantaran demo kerap dilakukan dalam menolak kenaikan BBM yang dirasa amat sangat memberatkan masyarakat.

Baca Juga: Waduh! Harga Pertamax Turbo di Turki Lebih Murah Ketimbang di Indonesia, Segini Besarannya

Sejarah mencatat, demonstrasi sendiri mulai gencar dilakukan sejak tahun 1998 di mana kenaikan BBM juga menjadi latar belakangnya hingga penggulingan jabatan Soeharto sebagai presiden terlama di Indonesia.

Pada saat itu, Presiden Soeharti di bawah tekanan lembaga keuangan Internasional atau IMF yang memutuskan untuk menaikkan harga BBM hingga 71 persen. Hal ini menimbulkan ketegangan di tengah-tengah masyarakat sehingga menyebabkan inflasi besar-besaran

Demo di tahun 1998 menjadi demo paling brutal dan menewaskan banyak korban jiwa yang berjumlah 1.200 orang. Bahkan banyak duta-duta besar negara lain harus mengungsi melihat situasi mencekam tersebut.

Selanjutnya demo menolak kenaikan harga BBM juga terjadi pada masa Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang mencapai 12 persen. Pada masa ini, kenaikan harga BBM didorong oleh perekonomian Indonesia yang tidak stabil.

Pada zaman Megawati Soekarnoputri, kenaikan BBM juga terjadi sebanyak 22 persen yang membuat para mahasiswa dan aparat terlibat konflik di dalam demonstrasi. Di dini para mahasiswa menuntut untuk Megawati turun dari jabatannya.

Memasuki pemerintahan SBY, lagi-lagi BBM naik sebesar 29 persen yang membuat terjadi demo dua kali semaja menjabat. Aksi protes massa tak terbendung yang membuat slogan dengan mengatakan "BBM Naik SBY-JK Turun, Kenaikan Harga BBM Bukanlah Kebangkitan Nasional".

Hingga di masa pemerintahan Jokowi, telah terjadi setidaknya 2 kali kenaikan BBM yang memicu aksi protes masyarakat. Jika diingat hasil protes ini membuahkan keputusan dengan harga BBM dibuat stabil dan mampu diterima oleh masyarakat.

Lantas apakah harus demo dulu baru pemerintah menyesuaikan harga BBM sesuai kemampuan masyarakat?

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Dina Agustina
Abdul Fattah

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US