The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Ternyata, Pendengaran Menjadi Indera Terakhir yang Berfungsi Sebelum Meninggal
Ilustrasi pasien yang sekarat. (photo/Ilustrasi/Pexels/RODNAE Productions)
Fakta Dan Mitos

Ternyata, Pendengaran Menjadi Indera Terakhir yang Berfungsi Sebelum Meninggal

Ini penjelasannya!

Kamis, 14 Januari 2021 15:19 WIB 14 Januari 2021, 15:19 WIB

INDOZONE.ID - Menurut sebuah studi yang dipublikasikan kepada jurnal Scientific Reports, ketika nyala kesadaran atau nyawa seseorang yang memudar selama jam-jam terakhir kehidupannya, mereka terus memroses suara dengan cara yang sama ketika masih sehat. 

Temuan ini menunjukkan bahwa kata-kata yang diucapkan kepada orang-orang yang kita cintai saat mereka sekarat, mungkin masih didengar dan dapat membantu menghibur mereka sebelum pergi meninggalkan dunia. Para peneliti pun menggunakan EEG untuk memantau aktivitas otak pasien yang tak sadarkan diri dan berada di akhir hidupnya di rumah sakit Vancouver. 

Mereka kemudian membandingkan pembacaan EEG tersebut dari pasien lain yang masih sadar dan sehat. Setiap kelompok memainkan beragam nada dalam pola berulang, tetapi tidak mengikuti tren umum. Para peneliti sedang mencari sinyal otak tertentu, yang dikenal sinyal MMN, P3a, dan P3b yang diketahui muncul di otak ketika memperhatikan suara yang tidak normal. 

“Dengan demikian, sistem pendengaran mereka merespons dengan cara yang sama seperti orang-orang muda dan sehat, meski sedang berada di akhir kehidupan,” ungkap peneliti. 

Meski demikian, walaupun orang-orang yang sekarat ini mungkin masih dapat mengenali suara-suara tertentu sebelum kematiannya, tetapi tidak jelas apakah mereka dapat memahami kata-kata atau makna tersebut. Di sisi lain, pemimpin penelitian yaitu Elizabeth memberikan sebuah pernyataan. 

“Merespons rangsangan pendengaran, tapi kita tidak mungkin mengetahui apakah mereka mampu mengingat, mengidentifikasi suara, atau memahami bahasa”.  ungkap Elizabeth Blundon. 

Di luar itu, Romayne Gallagher selaku wakil pemimpin penelitian, menegaskan bahwa setidaknya para perawat dan dokter rumah sakti memperhatikan fakta bahwa suara orang yang dicintai dapat menghibur pasien saat mereka sekarat.

“Bagi saya, hasil studi ini menambah arti penting pada hari dan jam-jam terakhir kehidupan—bahwa hadir secara langsung atau menghubungi lewat telepon menjadi hal penting bagi mereka yang sakit. Sungguh nyaman bisa mengucapkan selamat tinggal dan mengungkapkan cinta secara langsung,” tutup Romayne Gallagher.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fernando Sutanto

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US