The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Selama Masa Transisi New Normal, Banyak yang Ganti Warna Rambut
Ilustrasi mewarnai rambut. (Pixabay)
Beauty

Selama Masa Transisi New Normal, Banyak yang Ganti Warna Rambut

Tren rambut baru.

Selasa, 21 Juli 2020 16:53 WIB 21 Juli 2020, 16:53 WIB

INDOZONE.ID - Masyarakat rupannya sudah berada di titik kejenuhan yang luar biasa. Setelah menjalani masa karantina dan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) akhirnya kini masyarakat yang tinggal di wilayah green zone atau zona hijau, bisa melakukan aktivitas di luar rumah kembali. Beberapa di antaranya memilih untuk menjalani perawatan relaksasi di salon.

Seperti yang diungkapkan Madame Cindy pemilik H'VAR Salon di bilangan Summarecon Bekasi, selama memasuki masa transisi new normal aktivitas pengunjung mengalami peningkatan.

"Mengingat Bekasi sudah masuk dalam green zone, makanya banyak masyarakat yang mulai berani beraktivitas ke luar rumah lagi. Mungkin daripada ke mall mereka lebih memilih releksasi di salon dengan menjalani beberapa treatment," kata Madame Cindy Owner H'VAR saat ditemui Indozone di Bekasi, Selasa (21/7/2020).

warna rambut
Pewarnaan rambut airtouch. (INDOZONE/Syarifah Aulia)

Perawatan yang dijalani berupa spa, creambath, hair mask, dan coloring. Pandemi virus corona merupakan waktu yang dianggap paling pas untuk bereksperimen dengan warna rambut yang baru. Biasanya perempuan muda khususnya kalangan milenial yang mencoba perawatan yang satu ini.

"Justru saat transisi seperti ini banyak orang yang memilih untuk coloring. Salah satunya pewarnaan alami dengan teknik airtouch yang tengah tren. Biasanya usia perempuan berusia 18-35 tahun yang menyukai tren coloring alami seperti ini. Bahkan perempuan hijab dan ibu hamil juga bisa melakukan treatment ini," ujarnya.

Namun, untuk mendapatkan perawatan tersebut, setiap customer wajib melakukan reservasi terlebih dahulu. Mengingat social distancing yang masih terus dilakukan demi pemutusan rantai penyebaran virus corona.

"Kami tetap menjalani protokol kesehatan demi memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pengunjung. Setidaknya kami menerima 50% dari total jumlah pengunjung di waktu sebelum pandemi ini terjadi," pungkasnya. 


Artikel Menarik Lainnya:

TAG

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US