The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Sejumlah Fakta serta Rentetan Insiden Penerbangan Boeing 737-500 di Berbagai Negara
Pesawat jenis Boeing 737-500, salah satu armada Sriwijaya Air. (simpleflying.com)
Travel

Sejumlah Fakta serta Rentetan Insiden Penerbangan Boeing 737-500 di Berbagai Negara

Senin, 11 Januari 2021 09:22 WIB 11 Januari 2021, 09:22 WIB

INDOZONE.ID - Armada Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu (9/1/2021) diketahui merupakan jenis Boeing 737-500.

Pesawat naas tersebut sudah berusia hampir 27 tahun dan pada awalnya diterbangkan oleh kapal induk di Amerika Serikat, Southwest Airlines, untuk penerbangan komersial pada tahun 1990.

Boeing 737-500 sendiri merupakan bagian dari keluarga 737, seri pesawat komersial yang paling banyak terbang di dunia. 

Ini dikembangkan pada 1960-an untuk melayani rute jarak pendek atau menengah.

Melansir Reuters, pesawat komersial biasanya terbang hingga 25 tahun sebelum "pensiun", tetapi peraturan dibuat lagi agar pesawat tua bisa bertahan dan melayani penerbangan lebih lama.

Menurut Aviation Safety Network, 737-500 telah terlibat dalam 4 kecelakaan fatal di Rusia, Tunisia dan Mesir, yang oleh penyelidik dikaitkan dengan faktor-faktor termasuk kinerja pilot dan pelatihan atau cuaca.

Kecelakaan terburuk melibatkan Aeroflot 737-500 dengan korban tewas 88 orang di Perm, Rusia, pada 2008.

737-500 dirancang untuk menampung 145 orang tetapi yang diterbangkan oleh Sriwijaya dikonfigurasi untuk 120, menurut situs resminya.

Berikut sejumlah insiden dari penerbangan dengan pesawat Boeing 737-500 di seluruh dunia yang dihimpun dari berbagai sumber.

1. Denmark, 1999

Pada 3 Desember 1999, Boeing 737-500 yang dioperasikan oleh Maersk Air untuk penerbangan dari Birmingham ke Copenhagen terpaksa mengalihkan rute ke Billund dalam kondisi cuaca buruk dan mendarat dengan bahan bakar cadangan akhir.

2. Mesir dan Tunisia, 2002

Pesawat maskapai EgyptAir dengan nomor penerbangan 843 yang lepas landas dari Bandara Internasional Kairo ke Bandara Internasional Tunis-Carthage, pada 7 Mei 2002, menabrak sebuah bukit dekat Bandara Internasional Tunis-Carthage. 

Dari 6 awak kapal dan 56 penumpang, 3 awak dan 11 penumpang tewas sehingga total korban meninggal 14 orang.

3. Jepang, 2006

Pada 5 Juli 2006, Boeing 737-500, yang dioperasikan All Nippon Airways (ANA) lepas landas dari Bandara Fukuoka dengan nomor penerbangan 2142.

Sekitar pukul 08:10, saat terbang pada ketinggian 37 ribu kaki sekitar 60 nm tenggara Kushimoto VORTAC, peringatan depressurization kabin ditampilkan dan masker oksigen di kabin secara otomatis dikerahkan. 

Pesawat melakukan penurunan darurat dan, pada 09:09, mendarat di Bandara Internasional Chubu.

4. Nigeria, 2010

Pada 24 Agustus 2010, sebuah pesawat Boeing 737-500 melakukan touchdown yang tidak terkendali di landasan pacu basah di bandara Jos Nigeria pada siang hari setelah pendekatan dilanjutkan meskipun tidak distabilkan.

Kerusakan substansial terjadi pada pesawat tetapi tidak ada penumpangnya yang terluka. 

Petugas investigasi menyimpulkan bahwa faktor kelelahan pada pilot menyebabkan kinerjanya terganggu.

5. Ceko, 2012

Pada 7 September 2012, kru Air France Airbus A319 gagal mematuhi instruksi pendaratan kemudian terlibat konflik dengan B735 yang juga ingin mendarat. 

ATC kemudian bisa menenangkan situasi usai memberikan perintah ulang.

6. Rusia, 2013

B735 gagal mendarat pada 17 November 2013 dengan mulus setelah kru tidak menyadari peringatan mendadak. 

Penyelidikan mengungkap pilot tidak pernah menerima latihan yang layak untuk kondisi seperti itu.

7.  Spanyol, 2019

Pada 5 April 2019, kru menyatakan keadaan darurat usai lepas landas dari bandara Madrid Barajas setelah mengalami masalah mengontrol ketinggian vertikal pesawat. Pesawat kemudian mendarat darurat di pangkalan militer.

Investigasi menemukan malfungsi yang kemungkinan membuat pilot tidak bisa menjalankan autopilot tidak tercatat sebelum penerbangan.

8. Rusia, 2020

Pesawat Boeing 737-500 maskapai Rusia Utair yang mengangkut 94 penumpang dan kru mengalami insiden saat mendarat di Bandara Usinsk, wilayah Komi, 9 Februari 2020.

Pesawat yang terbang dari Moskow itu mendarat menggunakan badan karena roda pendaratan rusak. 

Juru bicara setempat mengatakan, bagian ekor pesawat lebih dulu menyentuh landasan pacu disusul bagian badan.

Berdasarkan pemeriksaan awal, beruntung tak ada seorang pun penumpang dan kru yang mengalami luka serius dalam insiden tersebut.

9. Indonesia, 2021

Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang terbang dari Bandara Soekarno-Hatta, Banten dengan tujuan Bandara Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat, dilaporkan hilang kontak pada pukul 14.40 WIB, Sabtu (9/1/2021).

Setelah ditelusuri, pesawat tersebut dipastikan jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta Utara tepatnya di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki.

Artikel Menarik Lainnya

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US