The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Pernah Larang Turis Masuk, Kini Desa Terindah di Dunia Ini Menyesal
Desa Hallstatt, Austria. (REUTERS/Leonhard Foeger)
Travel

Pernah Larang Turis Masuk, Kini Desa Terindah di Dunia Ini Menyesal

Kamis, 21 Mei 2020 13:36 WIB 21 Mei 2020, 13:36 WIB

INDOZONE.ID - Sebuah kawasan di Eropa yang disebut sebagai desa terindah di dunia, Hallstatt dulunya dibanjiri oleh turis. Kemudian oleh otoritas setempat, kedatangan turis dibatasi. Tapi kini di tengah pandemi virus corona, mereka malah ingin para turis kembali meramaikan desa.

Halstatt merupakan sebuah desa kecil di Austria. Desa ini berpenduduk hanya sekitar 780 jiwa. Tapi, kunjungan turis bisa mencapai 1 juta orang pada 2019 lalu.

Pada Januari 2020, seorang otoritas Hallstatt, Alexander Scheutz mengatakan bahwa pihaknya akan membatasi jumlah kedatangan turis sampai sepertiganya. Keputusan itu dilakukan karena Hallstatt dinilai sudah mengalami overtourism yang membuat warga lokal merasa terganggu.

"Halstatt adalah kepingan penting dari sejarah dan kebudayaan, bukan sebuah museum. Sekarang ini sudah terlalu banyak dan dipersepsikan terlalu banyak, seperti sebuah kutukan," kata Scheutz saat itu dikutip dari Daily Mail.

Tapi kini kondisinya sudah berbeda. Di tengah pandemi virus corona saat ini, Hallstatt pun menjadi sepi, benar-benar tidak ada turis yang datang. Oleh karena itu, mereka pun meminta turis untuk meramaikan kembali desa.

hallstatt
REUTERS/Leonhard Foeger

Para pelaku wisata di Hallstatt saat ini harus berjuang karena tidak adanya wisatawan. Seperti pengakuan Markus-Paul Derbl, seorang pemilik restoran dan toko souvenir ini.

"Kami di Hallstatt, tentu saja, 95% bergantung pada turis asing dari Asia, Amerika dan negara Eropa lainnya. Jika perbatasan tetap ditutup, ini akan jadi situasi yang sangat sangat sulit bagi kami untuk menjalankan bisnis," kata Markus.

Kanselir Austria, Sebastian Kurz, berharap perbatasan Austria-Jerman segera dibuka agar wisatawan bisa datang kembali ke Hallstatt. Namun sayangnya, harapan tersebut tidak digubris oleh pihak Jerman.

"Ini mungkin terdengar putus asa, tapi saya pikir kami memiliki nama dan sudah terkenal. Tentu saja kami senang bila ada wisatawan dari Jerman yang berkunjung ke sini," kata Scheutz.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Muhammad Alfath Ishari
Nanda
TERKAIT DENGAN INI
JOIN US
JOIN US