The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Kota di Spanyol Ini Daftarkan Tradisi Nongkrong Bersama Tetangga ke UNESCO
Tampilan warga Algar yang duduk dan nongkrong bersama tetangga saat musim panas. (photo/REUTERS/JON NAZCA)
Travel

Kota di Spanyol Ini Daftarkan Tradisi Nongkrong Bersama Tetangga ke UNESCO

Kamis, 19 Agustus 2021 11:57 WIB 19 Agustus 2021, 11:57 WIB

INDOZONE.ID - Terdapat sebuah kota di Spanyol yang tengah cari status Warisan Dunia UNESCO. Dimana, kebiasaan untuk berkumpul dengan tetangga ingin dipatenkan kota ini di UNESCO sebagai warisan. Seperti yang dikutip dari REUTERS, warga dari kota Algar di selatan Spanyol mempunyau kebiasaan pada musim panas. 

Pada musim panas, mereka akan berkumpul dengan tetangga, ngobrol, ngopi, hingga makan bersama. Tetapi seiring berjalannya waktu, kebiasaan itu semakin jarang dilihat. Ditengarai, perkembangan internet membuat interaksi dengan tetangga lewat tatap muka atau nongkrong semakin berkurang. 

Karena itu, penduduk Algar berupaya mendaftarkan tradisi unik mereka dalam daftaar UNESCO. Pada musim panas, ketika matahari mulai terbenam dan udara mulai terasa teduh, biasanya warga Algar pun mulai menarik kursi ke luar rumah. Bahkan, biasanya mereka mulai menggotong mejanya sekalian. 

Mereka bakal betah berada di luar rumah menikmati angin sepoi-sepoi, bermain kartu, ngobrol, hingga bersantai. Melihat hal itu, Wali Kota Algar yaitu Jose Carlos Sanchez berharap kondisi beruabah dan menghimbau agar lebih banyak penduduk mendukung upaya kota mendaftarkan tradisi itu ke UNESCO.

"Tidak ada seorang pun di dalam rumah, semua orang di jalanan, memperkuat inisiatif ini dan ingin menjadikan Algar sebagai Warisan Tak Benda Kemanusiaan UNESCO". ungkapnya.

Idenya adalah untuk mencegah internet yang akan mengakhiri tradisi ini. Adapun yang terus diingat Sanchez sejak masa kecilnya, tradisi ini menjadi hiburan yang menyenangkan bagi keluarga dan tetangga di Algar.

"Ketika ledakan jejaring sosial melanda, semua orang ada di media. Sekarang saya pikir orang-orang mulai meninggalkan interaksi tatap muka, untuk berbicara secara langsung ... Apa yang kami coba capai adalah memiliki harmoni dan keramahan dan kembali ke cara tradisional," tuturnya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fernando Sutanto
JOIN US
JOIN US