The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Gara-gara Varian Omicron, Israel Tutup Negaranya untuk Orang Asing
Pemandangan di Israel. (Pexels/Ofir Gafkovich)
Travel

Gara-gara Varian Omicron, Israel Tutup Negaranya untuk Orang Asing

Lebih menular.

Minggu, 28 November 2021 10:41 WIB 28 November 2021, 10:41 WIB

INDOZONE.ID - Israel akan melarang masuk semua orang asing ke negara itu karena munculnya varian Covid-19 Omicron. Langkah ini membuat Israel menjadi negara pertama yang menutup perbatasan sepenuhnya sebagai tanggapan terhadap varian virus corona baru.

Varian Omicron disebut-sebut berpotensi lebih menular, sehingga membuat Israel menutup perbatasannya. Negara itu juga akan menggunakan teknologi pelacakan telepon kontra terorisme untuk menahan penyebaran varian Omicron.

Teknologi pengawasan itu akan mencocokkan lokasi pembawa virus dengan ponsel lain di dekatnya untuk menentukan dengan siapa mereka melakukan kontak.

Perdana Menteri Naftali Bennett mengatakan larangan itu sambil menunggu persetujuan pemerintah yang akan berlangsung selama 14 hari.

Dalam periode tersebut, para pejabat berharap akan ada lebih banyak informasi tentang seberapa efektif vaksin Covid-19 terhadap Omicron, yang pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan dan dijuluki sebagai varian yang diperhatikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Hipotesis kami adalah bahwa varian tersebut sudah ada di hampir setiap negara," kata Menteri Dalam Negeri Ayelet Shaked dikutip dari Straits Times, Minggu (28/11/2021).

Ia juga mengatakan bahwa vaksin Covid-19 efektif, namun belum tahu sampai sejauh mana.

BACA JUGA: China Klaim Vaksin Covid-19 Ampuh Atasi Varian Omicron

Di tengah larangan masuknya orang asing, warga Israel yang akan kembali ke negaranya harus divaksinasi dan dikarantina. Larangan itu sendiri akan berlaku mulai antara hari Minggu dan Senin. Sementara larangan perjalanan orang asing yang datang dari sebagian besar negara bagian Afrika diberlakukan hari Jumat.

Sebagai informasi, varian Omicron telah terdeteksi di Belgia, Botswana, Hong Kong, Italia, Jerman, dan Inggris. Hal tersebut memicu kekhawatiran global dan gelombang pembatasan perjalanan, meskipun ahli epidemiologi mengatasi pembatasan tersebut mungkin sudah terlambat untuk menghentikan beredarnya Omicron.


Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Edi Hidayat
Utami Evi Riyani

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US