The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Wisata Alam Diprediksi Akan Jadi Tren 2022
Desa Wisata Tipang yang terletak di kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumut. (Dok. Kemenparekraf)
Travel

Wisata Alam Diprediksi Akan Jadi Tren 2022

Hirup udara segar.

Rabu, 01 Desember 2021 15:16 WIB 01 Desember 2021, 15:16 WIB

INDOZONE.ID - Wisata di luar ruangan atau wisata alam diprediksi akan menjadi tren wisata di tahun 2022. Hal ini disampaikan oleh Ketua Pelatihan Sumber Daya Manusia di Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Alexander Nayoan.

"Orang-orang akan mencari lokasi dan pengalaman yang beda dengan outdoor travel experience," kata Alexander dikutip dari Antara, Rabu (1/12/2021).

Menurut Alexander, wisata alam juga masih akan digandrungi akrena turis-turis bisa menikmati udara segar di luar ruangan. Ia juga mengatakan para pelaku pariwisata harus memperkaya pengalaman wisatawan di luar ruangan untuk menarik minat orang-orang yang sudah rindu berlibur.

PHRI juga memprediksi orang-orang masih mempraktikkan gaya liburan yang makin marak sejak pandemi, yakni bepergian dalam grup kecil berisi orang-orang terdekat. Wisatawan saat pandemi semakin senang membuat rencana perjalanan sendiri, termasuk memesan sendiri akomodasi dan tiket melalui biro perjalanan daring. Oleh karena itu, perusahaan yang bisa berkembang saat ini adalah yang telah beradaptasi di era digital.

Wisatawan yang melakukan perjalanan antarkota atau antarprovinsi melalui jalan darat juga diperkirakan bakal meningkat karena infrastruktur yang semakin baik. Perjalanan wisatawan lewat darat yang kian diminati adalah kabar gembira, katanya, sebab ada pemerataan pendapatan untuk pelaku pariwisata yang dilewati selama perjalanan.

"Dengan bergerak naik kendaraan, mereka jajan dulu di kiri kanan sebelum mencapai tujuan," katanya.

BACA JUGA: Keren, Ada Wisata Hutan Menyala di Tahura Bandung

Wisatawan Nusantara masih akan menjadi penggerak utama dibandingkan wisatawan mancanegara. Bila situasi kondusif, wisatawan dari Australia diprediksi akan mulai datang pada pertengahan 2022 berbarengan dengan libur sekolah setempat, sementara wisatawan dari China mungkin datang lebih lambat karena negaranya masih menata berbagai aspek agar tetap aman bila warganya bepergian.

"Ini semua tentunya tergantung dari aturan pemerintah negara masing-masing, mengizinkan orang bepergian kemana dan berapa lama," pungkasnya.


Artikel Menarik Lainnya:

TAG
M Fadli
Utami Evi Riyani
JOIN US
JOIN US