The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Ung Aing dan Natalee, Sepasang Orangutan Selundupan Kini Memulai Hidup Baru di Indonesia
Orangutan yang disita dari perbatasan Thailand-Malaysia 3 tahun lalu terlihat di kandang sebelum dipindahkan ke Indonesia, di bandara di Bangkok, Thailand, (17/12/2020). (REUTERS/SOE ZEYA TUN)
Travel

Ung Aing dan Natalee, Sepasang Orangutan Selundupan Kini Memulai Hidup Baru di Indonesia

Senin, 21 Desember 2020 14:12 WIB 21 Desember 2020, 14:12 WIB

INDOZONE.ID - Hewan terancam punah berupa sepasang orangutan selundupan yang disita di perbatasan Thailand-Malaysia pada 2017, telah tiba di Indonesia untuk menjalani rehabilitasi.

Kini mereka bisa dilepasliarkan kembali ke habitat aslinya di hutan.

Diyakini berusia antara 4 hingga 6 tahun, orangutan Ung Aing dan Natalee telah menghabiskan 3 tahun di Pusat Penangkaran Satwa Liar Khao Pratab Chang di provinsi Ratchaburi tengah, Thailand.

Pada Jumat (18/12/2020) mereka tiba di provinsi Jambi untuk pemeriksaan medis meliputi tes Covid-19 sebelum proses rehabilitasi.

“Kami akan melakukan pemeriksaan kesehatan dan mempelajari perilaku dan kebiasaan mereka sebelum mengirimnya ke pusat rehabilitasi hutan di suaka Danau Alo,” kata Kepala Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) setempat, Rahmad Saleh kepada wartawan dikutip dari Reuters.

Kedua kera besar itu ditempatkan dalam 2 kandang logam saat tiba di bandara Sultan Thaha Jambi.

Rekaman video menunjukkan orangutan betina dengan penuh semangat turun dari kapal induknya menuju fasilitas penampungan sementara.

Belum diketahui berapa lama pasangan tersebut akan tinggal di cagar alam orangutan sebelum dilepaskan ke alam liar.

Sebagaimana diketahui, orangutan diburu secara ilegal untuk dimakan, dikembangbiakkan untuk memasok perdagangan hewan peliharaan domestik dan internasional, serta untuk obat tradisional.

Penebangan dan deforestasi, termasuk pembukaan hutan untuk memberi jalan bagi tanaman komersial seperti kelapa sawit, telah mengurangi habitat spesies yang sangat terancam punah.

Diperkirakan ada 100.000 orangutan Kalimantan yang tersisa di alam liar, dan hanya sekitar 7.500 orangutan Sumatera, menurut data dari World Wildlife Fund.

Dengan demikian sebanyak 71 orangutan telah dikirim kembali dari Thailand ke Indonesia sejak 2006.

Artikel Menarik Lainnya

TAG
JOIN US
JOIN US