The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Mengintip Pos Bloc Jakarta, Gedung Filateli Kuno yang Dipugar Jadi Tempat Nongkrong Gen Z
Sisi depan gedung Filateli Jakarta yang kini jadi Pos Bloc Jakarta. (INDOZONE/M Fadli).
Travel

Mengintip Pos Bloc Jakarta, Gedung Filateli Kuno yang Dipugar Jadi Tempat Nongkrong Gen Z

Dipenuhi gen Z dan milenial.

Minggu, 05 Desember 2021 14:50 WIB 05 Desember 2021, 14:50 WIB

INDOZONE.ID - Pada eranya, Gedung Filateli Jakarta adalah salah satu bangunan bernuansa tempo dulu yang menghiasi kawasan Pasar Baru, Jakarta yang bergandengan dengan Gereja Katedral, Gedung Kesenian, dan beberapa bangunan tempo dulu lainnya. Namun, bangunan tersebut kini mengalami perubahan menjadi ruang publik, tempat nongkrong cantik anak muda Ibukota dengan nama Pos Bloc Jakarta.

Pos Bloc Jakarta sendiri diresmikan pada Oktober 2021 lalu oleh Menteri BUMN Erick Thohir bersama pejabat terkait lainnya termasuk Dirut PT Pos Properti Indonesia Handriani Tjatur Setijowati. Pos Bloc Jakarta diharapkan menjadi wadah bagi masyarakat untuk menggelar acara seni, budaya, hiburan, hingga bisnis.

Untuk melihat lebih dekat kawasan tersebut, Indozone menyambangi bekas Gedung Kantor Pos Pasar Baru tersebut, Sabtu (4/12/2021) kemarin. Dari pandangan mata, tampilan outdoor dan indoor dari gedung tersebut sudah mengalami revitalisasi yang cantik dan eye catching tanpa menghilangkan kesan klasiknya di sana-sini.

Area luar Pos Bloc, tempat foto-foto.

Sisi depan gedung Filateli Jakarta yang kini jadi Pos Bloc Jakarta. (INDOZONE/M Fadli).
Sisi depan gedung Filateli Jakarta yang kini jadi Pos Bloc Jakarta. (INDOZONE/M Fadli).

Dari penampilan luarnya, posisi gedung yang terletak di sisi jalan Pos tersebut diberi sentuhan cantik untuk tempat foto-foto. Area masuk kawasan dibuatkan tempat drop off untuk mobil yang dilengkapi dengan pelayanan valet.

Sisi depan gedung Filateli Jakarta yang kini jadi Pos Bloc Jakarta. (INDOZONE/M Fadli).
Sisi depan gedung Filateli Jakarta yang kini jadi Pos Bloc Jakarta. (INDOZONE/M Fadli).

Sebelum masuk ke dalam gedung, terlihat beberapa bangku dan kursi yang diletakkan sebagai sarana untuk nongkrong dan berfoto dengan latar bangunan kuno. Hadirnya Starbuck, Nas-tar, dan toko kudapan lain di bagian depan gedung, menjadi antrian anak-anak muda yang datang ke kawasan tersebut.

"Feel bangunan tuanya masih kerasa, tapi justru itu jadi cirikhas yang unik menurutku," kata Daras seorang pengunjung Pos Bloc Jakarta kepada Indozone.

Baca Juga: Melihat Isi Museum 10 Nopember dan Tugu Pahlawan di Surabaya

Ruang tengah Gedung Filateli dijadikan venue untuk berbagai kegiatan.

Bagian dalam gedung Filateli Jakarta yang kini jadi Pos Bloc Jakarta. (INDOZONE/M Fadli).
Bagian dalam gedung Filateli Jakarta yang kini jadi Pos Bloc Jakarta. (INDOZONE/M Fadli).

Memasuki sisi dalam bangunan tersebut, pengunjung akan merasakan nuansa venue pertunjukan dari hall tengah yang memang diperuntukan untuk acara pertunjukkan. Ruangan tersebut kerap dijadikan untuk gelaran pertunjukan musik, launching produk, atau pameran. 

Bagian dalam gedung Filateli Jakarta yang kini jadi Pos Bloc Jakarta. (INDOZONE/M Fadli).
Bagian dalam gedung Filateli Jakarta yang kini jadi Pos Bloc Jakarta. (INDOZONE/M Fadli).

Barisan UMK dan UMKM di sisi gedung.

Bagian dalam gedung Filateli Jakarta yang kini jadi Pos Bloc Jakarta. (INDOZONE/M Fadli).
Bagian dalam gedung Filateli Jakarta yang kini jadi Pos Bloc Jakarta. (INDOZONE/M Fadli).

Gedung Filateli sendiri juga memiliki beberapa lokasi unik lainnya, terutama di bagian sayap di sisi barat, selatan dan tenggara. Terlihat beberapa tenant UMK dan UMKM menjual produk-produknya, baik kuliner atau produk fashion.

Pengadaan tenant-tenant tersebut merupakan kelanjutan dari bagian revitalisasi dan pengembangan M Bloc Space di kawasan Blok M, untuk membuat semacam klaster guna memperkuat produk UMKM dan UKM lokal.

Sayangnya, kawasan ini kurang memperhatikan masalah parkir untuk kendaraan roda dua. Sehingga kebanyakan dari pengunjung terpaksa memarkirkan kendaraannya di trotoar. Padaha sejatinya trotoar seharusnya menjadi hak penjalan kaki.

"Buat aku yang pake motor, kurang lahan parkir motor. Jadi kurang enak kemarin parkir di trotoar," jelas Daras.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
M Fadli
M Fadli

M Fadli

Editor
JOIN US
JOIN US