The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Sebanyak 2.000 Wisatawan Masih Terjebak di Xinjiang karena Gelombang COVID-19
Objek wisata reruntuhan bekas Ibu Kota Kerajaan Jushi di Turban, Xinjiang, China, Jumat (23/4/2021), yang dibangun pada tahun 108 Sebelum Masehi. (ANTARA/M Ilham Ilmie)
Travel

Sebanyak 2.000 Wisatawan Masih Terjebak di Xinjiang karena Gelombang COVID-19

Masih terjebak hingga Sabtu malam.

Senin, 15 Agustus 2022 12:20 WIB 15 Agustus 2022, 12:20 WIB

INDOZONE.ID - Sebanyak 2.003 wisatawan masih terjebak di Daerah Otonomi Xinjiang setelah wilayah barat daya China yang paling banyak dihuni warga etnis minoritas Muslim Uighur itu terserang gelombang terbaru kasus positif COVID-19.

Berdasarkan keterangan biro Pariwisata dan Kebudayaan Xinjiang para wisatawan tersebut masih terjebak di Xinjiang hingga Sabtu (15/8/2022) malam.

Kebanyakan para wisatawan tersebut berada di objek-objek wisata musim panas di Prefektur Ili, Kota Turban, Kota Kashgar, dan Kota Urumqi.

Otoritas setempat telah mengevakuasi sekitar 92.000 wisatawan dari 15 objek wisata berbintang lima di Xinjiang sejak 2 Agustus 2022 untuk dipulangkan ke daerahnya masing-masing.

Sementara itu, Deputi Direktur Biro Pariwisata dan Kebudayaan Xinjiang, Yan Naimin, menginstruksikan para pengelola hotel dan agen perjalanan wisata mengembalikan uang muka pembayaran konsumen tanpa potongan apa pun terkait pembatalan akibat pandemi.

Beberapa wisatawan yang masih terjebak di Turban dan Kashgar hanya dikenai separuh biaya sewa hotel.

Baca juga: Duh! Gegara Omicron, Sebanyak 80 Ribu Wisatawan Terdampar di Hainan

Otoritas setempat juga telah membatalkan kunjungan sejumlah rombongan wisatawan di delapan kota dan 20 kabupaten dan distrik yang termasuk kategori berisiko tinggi COVID-19.

Hingga Sabtu tengah malam di Xinjiang terdapat lima kasus positif, 2.034 kasus tanpa gejala, 150 wilayah berisiko tinggi, dan 106 wilayah berisiko sedang sebagaimana data komisi kesehatan setempat.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Dina Agustina
TERKAIT DENGAN INI
JOIN US
JOIN US