The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Kemenhub Inspeksi Semua Boeing 737 Classic Pasca Tragedi SJ 182
Pesawat Sriwijaya Air. (photo/Instagram/@sriwijayaair)
Travel

Kemenhub Inspeksi Semua Boeing 737 Classic Pasca Tragedi SJ 182

Kamis, 14 Januari 2021 09:52 WIB 14 Januari 2021, 09:52 WIB

INDOZONE.ID - Menindaklanjuti tragedi kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 tipe Boeing 737-500 teregistrasi PK-CLC yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, pada Senin (9/1/2021) pukul 14.40 WIB, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengambil langkah.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub melakukan inspeksi terhadap seluruh pesawat Boeing seri Classics, yakni Boeing 737-300/400/500 mulai 11 Januari 2021.

Pasalnya, armada Sriwijaya Air SJ 182 Boeing 737-500 termasuk Boeing seri Classics yang diketahui diproduksi pada 1994 atau berusia 26 tahun.

Hal tersebut dibenarkan oleh juru bicara Kemenhub, Adita Irawati pada Rabu (13/1/20201).

“Ini preventif action kepada pesawat tipe yang sama Boeing 737 Classics yang ada di Indonesia dan hal ini biasanya dilakukan di negara-negara lain untuk tindakan pencegahan,” kata Adita pada Antara.

Dikatakan bahwa pemeriksaan khusus tersebut sudah tertera dalam surat bernomor KP.004/1/10/DKPPU-2021.

Dalam surat tersebut, diinstruksikan bahwa seluruh operator Boeing 737 diminta menyiapkan dokumen salinan untuk pemeriksaan yang dapat menggunakan kerja dari rumah dengan cara komunikasi melalui surel, telepon, panggilan video, mempertimbangkan kondisi pandemi dan/atau onsite inspection.

Sementara itu, Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) Kemenhub akan menunjuk tim untuk melakukan pemeriksaan khusus terhadap pengoperasian seluruh pesawat Boeing 737 Classics tersebut.

Adapun pemeriksaan tersebut, meliputi AD compliance, inspeksi rutin dan major inspection dengan aprroved maintenance, termasuk component replacement status (status penggantian komponen), CPCP, SSID, SIP, ELT inspection.

Kemudian monitoring repetitive defect (pengawasan kerusakan yang berulang), pelatihan pilot kaitannya dengan weather avoidance (pencegahan cuaca) dan upset recovery training.

Lalu pilot proficiency check (pemeriksaan kecakapan pilot), crew duty time terkait dengan pengalaman terbaru hingga pemeriksaan implementasi surat edaran pada masa pandemi COVID-19 berkaitan dengan kesiapan kru serta operasional pesawat dan lainnya.

Artikel Menarik Lainnya

Laila Rahmi Batubara
JOIN US
JOIN US