The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

2 Tahun Tidak Mengudara, Boeing 737 Max Diizinkan Terbang Kembali Mulai Bulan Depan
Ilustrasi pesawat Boeing 737 Max. (REUTERS/ LINDSEY WASSON)
Travel

2 Tahun Tidak Mengudara, Boeing 737 Max Diizinkan Terbang Kembali Mulai Bulan Depan

Kamis, 19 November 2020 08:36 WIB 19 November 2020, 08:36 WIB

INDOZONE.ID - Setelah hampir 2 tahun tidak mengudara, Boeing 737 Max akan segera terbang lagi mulai bulan Desember 2020.

Federal Aviation Administration (FAA) pada Rabu (18/11/2020) memberi izin pesawat tersebut untuk membawa penumpang kembali.

Sebelumnya, pesawat itu di-grounded setelah 2 kecelakaan mematikan, yakni penerbangan Lion Air pada 29 Oktober 2018 dan penerbangan Ethiopian Airlines pada 10 Maret 2019.

"Desain dan sertifikasi pesawat ini termasuk tingkat tinjauan kolaboratif dan independen yang belum pernah terjadi sebelumnya oleh otoritas penerbangan di seluruh dunia," kata FAA dalam sebuah pernyataan.

"Regulator tersebut telah mengindikasikan bahwa perubahan desain Boeing dan perubahan prosedur awak serta peningkatan pelatihan akan memberi mereka kepercayaan diri untuk memvalidasi keamanan pesawat di negara dan wilayah masing-masing.”

Namun, itu tidak berarti traveller bisa langsung naik 737 Max dulu. 

Seperti yang dijelaskan CNN, FAA mengidentifikasi beberapa perubahan yang diperlukan pada 737 Max, namun itu masih harus dipasang di pesawat. 

Kemudian, FAA akan memeriksa setiap pesawat dan pilot harus menjalani pelatihan tambahan sebelum naik ke kokpit. 

"Setelah kembali beroperasi, FAA akan terus bekerja sama dengan mitra penerbangan sipil asing kami untuk mengevaluasi potensi peningkatan tambahan untuk pesawat," tambah FAA. 

“Badan tersebut juga akan melakukan pengawasan keselamatan operasional yang ketat dan berkelanjutan dari MAX yang kami sediakan untuk seluruh armada komersial AS.”

Prosesnya bisa memakan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan, tergantung maskapai penerbangan. 

Menurut CNBC, American Airlines ditetapkan menjadi maskapai penerbangan AS pertama yang mengembalikan 737 Max ke layanan pada akhir tahun ini. 

United Airlines dan Southwest Airlines diharapkan mengikutinya sekitar tahun 2021.

Di sisi lain, kabar beroperasinya kembali Boeing 737 Max tidak membuat anggota keluarga korban dari 2 kecelakaan pesawat itu senang. 

"Pesawat itu secara inheren tidak stabil dan tidak dapat terbang tanpa perangkat lunaknya," kata Michael Stumo, ayah dari Samaya Rose Stumo, yang meninggal dalam kecelakaan Ethiopian Airlines pada Maret 2019 pada CNN. 

"Mereka belum memperbaikinya sejauh ini. Masyarakat yang terbang harus menghindari Max di masa depan. Ganti penerbanganmu."

Sementara itu, Boeing mengatakan pihaknya terus maju dengan mempertimbangkan soal 2 kecelakaan mematikan tersebut. 

"Kami tidak akan pernah melupakan nyawa yang hilang dalam 2 kecelakaan tragis yang menyebabkan keputusan untuk menghentikan operasi," kata David Calhoun, CEO The Boeing Company, kepada CNN. 

"Peristiwa ini dan pelajaran yang kami peroleh sebagai hasilnya telah membentuk kembali perusahaan kami dan lebih jauh lagi memusatkan perhatian kami pada nilai-nilai inti kami yaitu keselamatan, kualitas dan integritas."

Artikel Menarik Lainnya

TAG
TERKAIT DENGAN INI
JOIN US
JOIN US