The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Mengenal Marjan, Seekor Singa yang Menjadi Saksi Bisu Peperangan Afghanistan!
Singa. (photo/Ilustrasi/Pexels/David Dibert)
Travel

Mengenal Marjan, Seekor Singa yang Menjadi Saksi Bisu Peperangan Afghanistan!

Rabu, 29 September 2021 11:30 WIB 29 September 2021, 11:30 WIB

INDOZONE.ID - Tidak hanya manusia, hewan juga menerima sebagian dampak dari peperangan yang dilakukan manusia. Dampak yang diterima itu beragam untuk binatang, dimulai dari luka kecil hingga dengan harus kehilangan fungsi dari salah satu anggota tubuhnya. Hal ini terjadi pada seekor singa yang hidup di kebun binatang di Kabul, Afghanistan yaitu Marjan. 

Marjan dilaporkan hidup sangat miris dikarenakan menderita akibat perang. Marjan sendiri berasal dari bahasa Persia yang berarti karang, dilahirkan di Jerman Barat pada 1976 lalu. Marjan pun diberikan sebagai hadiah untuk Kebun Binatang Kabul pada 1978 oleh Kebun Binatang Cologne.

Setelah tiba di Afghanistan, singa betina lokal bernama Chucha ini bergabung dengannya untuk menetap di Kebun Binatang Kabul. Hanya saja, Marjan dilaporkan menjadi saksi bisu dari sejarah Afghanistan yang bergejolak, dimulai dari kudeta komunis hingga dengan rezim garis keras dari Taliban. 

Di mana, dentuman senjata mewarnai hari-hari mereka yang dilalui dengan perut kosong. Salah seorang penjaga Kebun Binatang Kabul, Aka Akbar yang berusia 60 tahun dilaporkan terkadang berniat untuk mengecek kondisi hewan-hewan yang disayanginya. Tetapi tidak lama kemudian, dia meninggal dunia karena dibunuh oleh Taliban. 

Pada 1995, mata Marjan pun terpaksa buta sebelah setelah kandangnya dilempari granat oleh tentara Amerika Serikat, yang tidak terima ketika rekannya tewas diserang karena iseng masuk ke kandang. Tidak hanya buta sebelah, kondisi fisik Marjan pun kurang awas untuk bertahan hidup. 

Pada 2002, Marjan diharuskan untuk meninggalkan dunia dan penggemarnya dikarenakan wafat pada usia 45 tahun karena komplikasi penyakit. Untuk mengenangnya, Marjan pun dibuat patung perunggu dan dibangun di pintu masuk Kebun Binatang Kabul. Dia dianggap sebagai simbol harapan hidup dan perdamaian penduduk Afghanistan.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
JOIN US
JOIN US