Dear Travellers, Ini Loh Perubahan yang Harus Dihadapi Jika Pandemi Corona Usai
Ilustrasi berlibur (Unsplash)
Travel

Dear Travellers, Ini Loh Perubahan yang Harus Dihadapi Jika Pandemi Corona Usai

Minggu, 17 Mei 2020 00:27 WIB 17 Mei 2020, 00:27 WIB

INDOZONE.ID - Para pelaku wisata memprediksi akan ada perubahan di industri pariwisata setelah pandemi COVID-19 berakhir.

Kalau kamu sudah tak sabar ingin segera berlibur ke luar kota atau luar negeri, bersiaplah berdapatasi dengan berbagai perubahan berikut ini.

Wisata jarak dekat jadi favorit.

Berlibur setelah corona
Ilustrasi berlibur (Unsplash)

Menurut Head of Marcomm Golden Rama Tours & Travel Ricky Hilton, perubahan yang akan dirasakan usai pandemi adalah maraknya konsumen yang ingin liburan ke lokasi yang tak terlalu jauh.

"Liburan yang simpel dan jarak dekat, seperti staycation," kata Ricky, Jumat (15/5/2020).

Lokasi wisata non-mainstream menjadi mainstream

Berlibur setelah corona
Ilustrasi tempat wisata (Unsplash)

Ricky memprediksi, traveller akan memilih tujuan wisata yang berbeda dari ekspektasi mereka terdahulu. Hal ini disebabkan karena selama berdiam di rumah, orang-orang mungkin mendapatkan lebih banyak informasi soal dunia wisata.

"Orang bisa mencari destinasi yang lokasinya masih sepi," kata Ricky.

Pemeriksaan keamanan dan kesehatan lebih ketat

Berlibur setelah corona
Para penumpang di bandara Adolfo Suarez Barajas, Spanyol ( REUTERS/Juan Medina)

Dahulu, pemeriksaan keamanan bandara tidak akan seketat seperti sekarang. Kini, kamu harus mulai membiasakan diri jaga jarak, memakai masker, dan thermal gun di bandara.

Tapi, lama kelamaan ini akan menjadi kebiasaan dan kamu akan menganggapnya sebagai sesuatu yang lazim.

"Industri healthcare dan travel akan sangat dekat, akan ada banyak standard baru dari segi kebersihan," kata Chief Marketing Officer & Co-Founder tiket.com Gaery Undarsa.

Harga akomodasi naik

Berlibur setelah corona
Kondisi pesawat maskapai Ethiopia selama pandemi corona (REUTERS/Giulia Paravicini)

Karena standar kebersihan juga meningkat, maka pastinya biaya akomodasi juga naik.

"Misalnya hotel, orang mungkin concern dengan kebersihannya, akan ada standard baru biar customer merasa aman, dampaknya ke harga," kata Gaery.

Tiket pesawat juga diprediksi akan naik karena maskapai harus mengurangi kapasitas penumpang demi menerapkan physical distancing.

"Sayangnya akan ada banyak orang yang tidak bisa afford, tapi secara garis besar akan jadi lebih sehat untuk industri travel karena orang akan prefer sesuatu yang aman dibanding murah." ujarnya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Zega
Zega

Zega

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US