The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Duh! Gegara Omicron, Sebanyak 80 Ribu Wisatawan Terdampar di Hainan
Sebuah lokasi konstruksi terlihat di atas laut di Pulau Bunga Laut yang merupakan pulau buatan manusia, pengembangan resor terpadu oleh China Evergrande Group, di Danzhou, provinsi Hainan, China (8/1/2022). (REUTERS/Aly Song)
Travel

Duh! Gegara Omicron, Sebanyak 80 Ribu Wisatawan Terdampar di Hainan

Minggu, 07 Agustus 2022 14:50 WIB 07 Agustus 2022, 14:50 WIB

INDOZONE.ID - Buntut ditemukannya ratusan kasus positif baru COVID-19 varian Omicron BA5.1.3 di Hainan, China, sebanyak 80 ribu lebih wisatawan terdampar tak bisa pulang.

Para wisatawan yang terdampar tersebut mayoritas berada di Teluk Sanya dan Teluk Yalong, yang telah diklasifikasi sebagai zona berisiko rendah COVID-19.

Sejumlah pengelola hotel memberikan potongan tarif sewa kamar hingga 50 persen kepada para tamu karena tidak boleh meninggalkan objek wisata tropis Pulau Hainan yang berada di sebelah selatan daratan China tu.

Untuk mencegah meluasnya wabah tersebut, otoritas setempat mewajibkan orang-orang yang berada di wilayah itu melakukan tes COVID-19 selama 24 jam sekali.

Baca juga: Awal Oktober Jepang Bakal Luncurkan Vaksin COVID-19 Khusus untuk Lawan Omicron

Otoritas setempat bersama pelaku industri pariwisata membentuk tim khusus untuk menangani pembatalan kunjungan wisata pada liburan musim panas ini.

Operator kereta api menangguhkan jadwal perjalanan menuju Sanya. Semua penerbangan ke luar Sanya dibatalkan, sedangkan yang menuju Sanya diperintahkan kembali ke bandara asal.

Sebelumnya, di Hainan dilaporkan terdapat 262 kasus baru COVID-19 pada Jumat (5/8/2022), sebanyak 229 kasus positif COVID-19 di antaranya ditemukan di Kota Sanya.

Pada Sabtu siang di Sanya ditemukan 129 kasus positif baru. Jika diakumulasi sejak Senin (1/8/2022) di Sanya terdapat 558 kasus yang semuanya diidentifikasi oleh otoritas kesehatan setempat sebagai Omicron subvarian BA5.1.3.

Selain dikenal sebagai pulau tropis, Hainan merupakan surga belanja baru barang-barang bermerek internasional setelah otoritas China menetapkan provinsi itu sebagai kawasan bebas pajak sejak tahun 2021.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Dina Agustina
TERKAIT DENGAN INI
JOIN US
JOIN US