The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Ramah Wanita, Skotlandia Jadi Negara Pertama yang Sediakan Pembalut dan Tampon Gratis
Potret bendera Skotlandia (kanan), tampon untuk menstruasi (kiri). (en.wikipedia.org/Unsplash/@ocilie)
Travel

Ramah Wanita, Skotlandia Jadi Negara Pertama yang Sediakan Pembalut dan Tampon Gratis

Selasa, 01 Desember 2020 14:57 WIB 01 Desember 2020, 14:57 WIB

INDOZONE.ID - Skotlandia kini memberi contoh yang luar biasa bagi dunia karena menjadi ramah wanita.

Pada akhir November, otoritas Skotlandia mengesahkan The Period Products Bill, yang membuat produk menstruasi, termasuk tampon dan pembalut dapat dibagikan gratis pada wanita yang membutuhkan.

Menurut NPR, undang-undang tersebut mewajibkan otoritas lokal untuk memastikan bahwa produk menstruasi umumnya dapat diperoleh secara gratis. 

Hal ini termasuk menyediakan produk tersebut di sekolah untuk dibagikan gratis pada para siswi.

BBC melaporkan, Rancangan Undang-Undang (RUU) itu diperkenalkan oleh MSP Tenaga Kerja Monica Lennon, yang menyebutnya praktis dan progresif.

"Hari yang membanggakan bagi Skotlandia dan sinyal kepada dunia bahwa akses universal gratis ke produk menstruasi dapat dicapai,” kata Lennon dikutip dari Travel and Leisure.

Fase menstruasi yang berlangsung rata-rata 5 hari dapat menghabiskan biaya hingga $ 11 sebulan untuk membeli tampon dan pembalut yang harganya tidak terjangkau banyak orang.

Dari hasil survei terhadap lebih dari 2.000 responden di Skotlandia, ditemukan bahwa sekitar 1 dari 4 wanita kesulitan mengakses produk mesntruasi di sekolah atau universitas. 

Sebuah survei tahun 2019 terhadap wanita berpenghasilan rendah di A.S. menemukan bahwa dua pertiga responden tidak memiliki sumber daya untuk membeli produk menstruasi di beberapa titik selama setahun terakhir. 

Seperlima melaporkan kesulitan memperoleh produk mestruasi secara bulanan. 

"Benar, Skotlandia telah menjadi negara pertama di dunia yang membuat produk haid gratis untuk semua," cuit akun resmi Skotlandia. 

"Karena di Skotlandia, kami percaya itu fundamental untuk martabat, persamaan dan hak asasi manusia."

Artikel Menarik Lainnya

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US