The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Diminta Turunkan Harga, Kemenhub Malah Naikkan Banderol Tiket Pesawat, Melambung Tinggi
Pekerja kargo melakukan uji coba operasional penerbangan komersil di Bandara Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (4/8/2022). (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)
Travel

Diminta Turunkan Harga, Kemenhub Malah Naikkan Banderol Tiket Pesawat, Melambung Tinggi

Senin, 08 Agustus 2022 15:44 WIB 08 Agustus 2022, 15:44 WIB

INDOZONE.ID - Diminta publik untuk menurunkan harga tiket pesawat, Kementrian Perhubungan Udara (Kemenhub) malah membuka kebijakan bagi maskapai untuk menaikkan harga tiket pesawat munculnya biaya tambahan.

Kebijakan itu tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 142 Tahun 2022 tentang Besaran Biaya Tambahan (Surcharge) Yang Disebabkan Adanya Fluktuasi Bahan Bakar (Fuel Surcharge) Tarif Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri. 

Dalam beleid tersebut, izin kenaikan tiket mereka berikan dengan memberikan ruang kepada maskapai untuk menaikkan biaya tambahan (surcharge) maksimal 15 persen dari tarif batas atas untuk pesawat jet dan 25 persen bagi pesawat jenis proppeller atau baling-baling.

"Secara tertulis, himbauan ini telah kami sampaikan kepada masing-masing direktur utama maskapai nasional, untuk dapat diterapkan di lapangan," ujar Plt Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nur Isnin Istiartono dalam keterangan resminya, Minggu (8/8/2022)

Katanya kebijakan ini perlu ditetapkan agar maskapai memiliki pedoman dalam menerapkan tarif penumpang.

Melalui kebijakan ini Kemenhub menghimbau agar seluruh badan usaha angkutan udara atau maskapai yang melayani rute penerbangan berjadwal dalam negeri agar menerapkan tarif penumpang yang lebih terjangkau oleh pengguna jasa penerbangan.

"Mari bersama-sama kita saling berkontribusi dan berkolaborasi dalam pemulihan transportasi udara. Khususnya kepada maskapai, agar patuh terhadap ketentuan tarif yang berlaku dan tetap menjaga kualitas pelayanan yang diberikan sesuai dengan kelompok pelayanan masing-masing," ujar Nur Isnin.

Sebelumnya, Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Teuku Raja Keumangan (TRK) meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk mengevaluasi tingginya harga tiket pesawat ke Tanah Rencong.

"Kami minta Kemenhub evaluasi harga tiket yang mahal ke Aceh karena berbeda jauh dengan Sumut, padahal jarak provinsi ini juga tidak jauh sekali," kata Dr. Teuku Raja Keumangan di Banda Aceh seperti yang dilansir Antara, Minggu.

TRK menyebutkan, harga tiket pesawat dari berbagai maskapai dari Jakarta ke Aceh atau sebaliknya berkisar antara Rp2 juta dan Rp3 juta.

Adapun keberangkatan/kedatangan ke Kualanamu Medan dimulai dari harga Rp1 juta.

Perbedaan harga tersebut, kata dia, juga membuat banyak warga Aceh yang memilih berangkat dari Kualanamu sebagai lebih hemat.

Kondisi yang tidak baik ini juga memengaruhi pertumbuhan ekonomi di Aceh.

"Kondisi ini sangat tidak baik untuk ekonomi Aceh. Maka dari itu, kami minta Kemenhub hadir menyelesaikan masalah tiket pesawat ini, apalagi sudah banyak warga Aceh yang mengeluh," ujarnya.

Selain Kemenhub, TRK juga mendesak Pemerintah Provinsi Aceh melakukan upaya tertentu ke pemerintah pusat agar tiket pesawat ke Aceh benar-benar dapat disesuaikan kembali sehingga tidak memberatkan masyarakat Aceh yang ingin menggunakan jasa penerbangan.

Ia mengatakan bahwa pariwisata Aceh sudah mulai tumbuh kembali dan pemerintah juga tidak henti-hentinya mempromosikan Aceh, baik dari keindahan alam, budaya, sejarah, maupun kulinernya.

Promosi itu sebagai langkah mengenalkan keunggulan Aceh ke masyarakat Indonesia hingga luar negeri dengan harapan wisatawan nusantara maupun mancanegara berkunjung ke Tanah Rencong.

Namun, lanjut TRK, jika tiket pesawat menuju provinsi paling barat Indonesia ini masih tinggi, sangat memengaruhi tingkat kedatangan orang ke Aceh, dan secara otomatis menghambat laju pertumbuhan ekonominya.

Artikel Menarik Lainnya


TAG
Fahrizal Daulay
TERKAIT DENGAN INI

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US