The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Desa di China Ini akan Membayar Insentif kepada Warga yang Punya Banyak Anak!
China. (photo/Ilustrasi/Pexels/Sabel Blanco)
Travel

Desa di China Ini akan Membayar Insentif kepada Warga yang Punya Banyak Anak!

Minggu, 26 September 2021 13:37 WIB 26 September 2021, 13:37 WIB

INDOZONE.ID - China dulunya dilanda populasi yang berlebihan, tetapi kini mereka itu harus dibayangi dengan krisis demografi. Desa di China memberi hadiah uang untuk penduduk yang mempunyai banyak anak. Mulai Agustus 2021, pemerintah China dilaporkan mengesahkan kebijakan setiap keluarga untuk mempunyai 3 anak. 

Batas jumlah ini dilaporkan meningkat dari sebelumnya, di mana setiap keluarga hanya mempunyai satu anak. Meski demikian, masih terdapat banyak pasangan yang ragu untuk menambahkan anak. Di sejumlah tempat, terdapat iming-iming bahwa akan diberi insentif uang tunai untuk mendorong lebih banyak kelahiran anak. 

Salah satunya adalah Desa Huangzhugen di Kota Lianjiang, Provinsi Guandong Selatan. Di mana, desa itu akan membayar penduduk hingga US$510 atau Rp7,3 juta per bulannya untuk bayi yang lahir setelah 1 September 2021. Mengutip BBC, setiap keluarga nantinya akan menerima subsidi setiap bulan sampai bayi berusia 2,5 tahun. Jika ditotal, setiap bayi akan menerima lebih dari US$15.000 atau Rp214,5 juta. 

Sementara itu, kebijakan mempunyai 3 anak adalah langkah terbaru yang diambil pemerintahan di tengah populasi negara yang menua dengan cepat dan jumlah angkatan kerja menyusut. Pemerintah pun mengumumkan perubahan kebijakan ini beberapa minggu usai pihak Sensus Penduduk 2020 diterbitkan. 

Meski insentif yang diberikan terlihat menggiurkan, perempuan di China pun mengkritik kebijakan ini. Menurut mereka, uang itu tidak dapat mengatasi masalah-masalah yang muncul ketika mereka mempunyai anak. 

Mereka mengatakan sejumlah masalah yang kini masih terjadi di China adalah ketidaksetaraan gender yang mengakar, kurangnya cuti untuk ayah, tingginya biaya hidup, serta kurangnya kesempatan kerja. Untuk mempunyai lebih banyak anak, perempuan juga sering mengorbankan karir dan mendapatkan diskriminasi di tempat kerja. 

Dengan semakin banyak perempuan yang mengenyam pendidikan tinggi dan memasuki dunia kerja, semakin sedikit dari mereka siap berkorban demi mengurus banyak anak. Ini terutama kerap terjadi di perkotaan, di mana biaya hidup sangatlah tinggi dan persaingan kerja yang tinggi. 

Tetapi, masalah serupa juga terjadi pada masyarakat desa. Dalam sebuah survei lokal, terdapat 3 faktor utama yang membuat keluarga enggan mempunyai lebih dari satu anak adalah tekanan pada biaya perumahan, pendidikan, dan pengasuhan anak.

Artikel Menarik Lainnya:

Fernando Sutanto

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US