The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Mengenal Masjid Tgk Syiek Kuta Karang Aceh yang Bertahan Melewati Penjajahan Belanda
Masjid Tgk Syiek Kuta Karang, Aceh. (ANTARA/Rahmat Fajri)
Travel

Mengenal Masjid Tgk Syiek Kuta Karang Aceh yang Bertahan Melewati Penjajahan Belanda

Rabu, 27 April 2022 02:45 WIB 27 April 2022, 02:45 WIB

INDOZONE.ID - Masjid Teungku (Tgk) Syiek Kuta Karang yang terletak di Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar. Merupakan masjid yang dibangun pertama kali pada tahun 1860 sebelum kedatangan Belanda ke Aceh.

Masjid tersebut terlihat sangat sederhana, bagian depannya di semen dengan cat putih bersih, sementara atapnya masih berdesain bangunan zaman dulu.

Didirikan oleh seorang ulama besar Aceh, masjid tersebut dulunya tidak hanya menjadi tempat ibadah shalat masyarakat setempat, bahkan Tgk Syiek Kuta Karang sering mengobati orang-orang di sana.

Tak hanya itu, masjid tersebut juga menjadi dayah atau pesantren bagi mereka yang dulu belajar ilmu agama pada ulama besar Aceh tersebut.

Sejak didirikan, masjid tua penuh sejarah itu telah mengalami perubahan sebanyak dua kali. Pertama pada tahun 1951 dan kedua kalinya pada November 2018 yang lalu.

Baca juga: Megah dan Mewah Banget! Masjid Hagia Sophia Turki Punya 'Kembaran' di Malang

Dilansir Antara, meski masjid ini sudah mengalami dua kali direnovasi, masjid ini tidak mengalami perubahan bentuk dan ukurannya. Hanya bagian luar yang diubah, dari kayu menjadi semen dengan lantai keramik dan sedikit ditinggikan.

Tapi keaslian masjid ini masih terlihat dari dalamnya. Tiang penyangga dan pelapis atap masih menggunakan kayu utuh dari pertama masjid didirikan.

Seorang warga desa mengatakan kepada Antara bahwa masjid Syiek Kuta Karang ini juga salah satu dari tujuh masjid yang tidak dibakar pada zaman penjajahan, yang mana kala itu Masjid Raya Baiturrahman dibakar Belanda.

Saat ini, masjid Tgk Syiek Kuta Karang tidak lagi digunakan untuk shalat berjamaah lima waktu oleh warga setempat. Karena sudah dibangun masjid besar tepat di sebelahnya.

Tepat di depan masjid terdapat sumur tua yang juga memiliki sejarah, konon katanya air sumur tua itu dulunya bisa menjadi obat mujarab, tapi tak terlihat terawat lagi.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Abul Muamar
Fitri
Abul Muamar

Abul Muamar

Editor
Fitri

Fitri

Writer
JOIN US
JOIN US