The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Sektor Pariwisata Diprediksi Jadi yang Terakhir Pulih Usai Pandemi
Ilustrasi traveling (TAIWANEWS)
Travel

Sektor Pariwisata Diprediksi Jadi yang Terakhir Pulih Usai Pandemi

Perlu banyak pertimbangan

Rabu, 13 Mei 2020 17:11 WIB 13 Mei 2020, 17:11 WIB

INDOZONE.ID - Pandemi virus corona memengaruhi banyak sektor negara terdampak. Namun setelah pandemi berakhir, industri pariwisata diprediksi jadi sektor terakhir yang akan pulih. 

Sebelumnya, setiap negara telah memberlakukan pembatasan sosial dan wilayah. Khususnya di negara Asia, para pelancong diharuskan karantina 14 hari untuk memastikan apakah mereka negatif atau positif Covid-19

Sejumlah negara di kawasan Asia Pasifik justru mulai bisa mengendalikan wabah. Perlahan, mereka mencoba membuka kembali pembatasan wilayah hingga menerapkan aturan hanya pendatang dengan urusan bisnis yang boleh berkunjung ke negara itu. 

Misalnya saja Hong Kong, kawasan yang memberlakukan aturan tersebut. Sudah tiga pekan aturan hanya pendatang dengan urusan bisnis yang bisa berkunjung ke Hong Kong, tidak ditemukan adanya penularan Covid-19. 

Ilustrasi perjalanan
Ilustrasi perjalanan di tengah pandemi (Reuters India)

Pemerintah setempat juga memperluas perjalanan bebas karantina itu ke beberapa destinasi seperti Makau dan sudah sebulan tidak ditemukan kasus baru. 

Sejak 1 Mei 2020, sejumlah pelancong bisnis Korea Selatan juga memasuki Tiongkok tanpa karantina panjang, asalkan mereka ikut tes Covid-19 pada saat kedatangan dan menginap di fasilitas pemerintah selama satu hingga dua hari sembari menunggu hasil. 

Australia dan Selandia Baru diketahui tengah merencanakan model serupa. Demi kepentingan bisnis, siapa pun bisa berkunjung ke dua negara itu tanpa karantina panjang. 

Sebagaimana dilansir Time, Rabu (13/5/2020), model pembukaan pembatasan wilayah secara bertahap ini dikatakan para ahli bisa menurunkan tingkat risiko penyebaran infeksi asal protokol dilakukan dengan benar dan ketat. 

"Saya pikir itu kebijakan yang tepat melakukan pembatasan wilayah secara bertahap, kelompok demi kelompok. Dimulai dengan pembukaan sekolah dan pebisnis," kata Keuji Fukada, Ahli Penyakit Menular di Universitas Hong Kong. 

Namun untuk kunjungan pariwisata, tampaknya belum ada negara yang berani membuka gerbang internasional secara terbuka, karena khawatir masih ada gelombang virus corona kedua

"Sampai semuanya bisa terkendali, pembukaan batasan perjalanan tetap harus selektif. Untuk sektor pariwisata saya rasa yang terakhir akan pulih. Sebab butuh lebih banyak tinjauan dan perlu dipertimbangkannya matang-matang untuk tetap dibuka,"pungkasnya.  

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Susi Fatimah
Dinno Baskoro

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US