The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Kawanan Kuda Nil Warisan Gembong Narkoba Jadi Bikin Repot Negara Ini
Kuda nil warisan gembong narkoba Kolombia Pablo Escobar. (AP via The Guardian)
Travel

Kawanan Kuda Nil Warisan Gembong Narkoba Jadi Bikin Repot Negara Ini

Selasa, 14 April 2020 11:37 WIB 14 April 2020, 11:37 WIB

INDOZONE.ID - Pada tahun 1980-an, gembong narkoba ternama Kolombia, mendiang Pablo Escobar mengimpor secara ilegal kuda nil dari Afrika. Kini, kawanan kuda nil itu jadi masalah bagi negara.

Escobar membuat kebun binatang pribadinya seluas 20 km persegi. Dia mendatangkan kuda nil, kijang, gajah, jerapah, burung unta, badak, zebra, dan hewan lainnya.

Pada tahun 1993, dia pun meninggal dunia. Lantas, hewan yang berada di kebun binatang pribadinya itu diwariskan kepada pemerintah daerah Medellin. Hewan-hewan diangkut ke kebun binatang milik pemda, namun hanya kuda nil yang tidak diangkut karena dinilai terlalu sulit untuk dipindahkan karena ukurannya yang besar.

Jadilah satu kuda nil jantan dan empat betina kuda nil diletakkan di dekat danau bekas rumah Escobar.

Pada 2007, jumlah kuda nil yang tak terurus itu bertambah menjadi 16 ekor. Dan kini, jumlahnya diperkirakan telah mencapai 65-80 ekor. Keberadaan mereka cukup mengganggu karena sudah mulai masuk secara bebas ke kebun-kebun warga dan menyerang hewan ternak.

Seorang ahli biologi, Jonathan Shurin dari Universitas California mengatakan bahwa kawanan kuda nil itu akan berdampak pada ekosistem lingkungan. Kuda nil dapat mengubah keseimbangan nutrisi di sejumlah danau.

Kuda nil membuang semua kotorannya ke dalam air danau. Jika ada sebanyak 80 kuda nil yang membuang kotoran ke dalam danau, maka jumlah itu setara dengan limbang pabrik.

"Kotoran yang bersifat organik tersebut akan membuat bakteri dan ganggang di danau tumbuh subur. Pertumbuhan yang berlebihan akan menguras semua oksigen dari air dan mencegah sinar matahari mencapai lapisan dalam. Ini dapat menyebabkan masalah bagi organisme lain," ujar Shurin.

Iklim tropis Kolombia membuat perkembangan kuda nil menjadi subur. Sebab, hewan asli Afrika itu harus berusia 7 tahun untuk bisa berkembang biak jika di lingkungan aslinya. Sementara di Kolombia, kuda nil bisa melahirkan satu anak setiap tahunnya.

"Dalam beberapa dekade mendatang, mungkin ada ribuan kuda nil yang lahir," ujar Shurin.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Muhammad Alfath Ishari
Nanda

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US