The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Jangan Pernah Pakai Baju Kuning saat Mandi di Sungai Ini, Melanggar Siap-siap Kesurupan!
Sungai Lampa'an Labobo, Sidrap, Sulawesi Selatan. (Asri Mursyid/IDZ Creators)
Travel

Jangan Pernah Pakai Baju Kuning saat Mandi di Sungai Ini, Melanggar Siap-siap Kesurupan!

Selasa, 07 Juni 2022 19:05 WIB 07 Juni 2022, 19:05 WIB

INDOZONE.ID - Sungai Lampa'an Labobo yang berada di Kelurahan Batu, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, selalu ramai dikunjungi warga saat akhir pekan. Sebab, destinasi wisata itu nyaman jika ingin bersantai dengan keluarga. 

Namun siapa sangka, dibalik keindahan alam sungai tersebut ternyata memiliki mitos yang dipercaya masyarakat setempat secara turun-temurun. Warga di Kelurahan Batu meyakini enggak boleh menggunakan pakaian kuning jika ingin berenang ke sungai itu. 

sungai
Sungai Lampa'an Labobo, Sidrap, Sulawesi Selatan. (Asri Mursyid/IDZ Creators)

Selain itu, pengunjung juga enggak boleh memakai cincin emas dan makan nasi kuning di sungai. 

"Ada tradisi di sungai ini tidak boleh memakai baju kuning kalau mandi. Kemudian tidak boleh makan nasi kuning saat menyentuh air sungai. Boleh kalau hanya di pinggir dan tak menyentuh sungai," kata Umar Lau, Pengelola Sungai Lampa'an Labobo kepada Asri Mursyid, Tim IDZ Creators, Minggu (5/6/2022). 

sungai
Sungai Lampa'an Labobo, Sidrap, Sulawesi Selatan. (Asri Mursyid/IDZ Creators)

Umar menceritakan, pernah ada pengunjung yang kesurupan lantaran melanggar aturan itu. Padahal sebelumnya, kata dia, para pengunjung sudah diingatkan berkali-kali jika enggak boleh menggunakan serba kuning kalau ingin ke sungai. 

"Sudah pernah ada kejadian orang kesurupan. Dia bawa nasi tumpeng warna kuning menyeberang sungai, langsung pingsan di sana," ungkap dia. 

Umar menjelaskan, tradisi tersebut sudah menjadi kepercayaan warga di Kelurahan Batu. Makanya, kata dia, aturan itu enggak boleh dilanggar. Di samping itu, warga di Kelurahan Batu juga meyakini Sungai Lampa'an bisa digunakan untuk penyembuhan. Banyak pengunjung yang datang mandi hanya ingin terapi atau pengobatan. 

"Banyak orang terapi di sini. Tujuannya pengobatan, dan terbukti bisa sembuh. Tapi bukan berarti musyrik yah, tetapi sembuh karena Allah SWT,” pungkasnya. 

sungai
Sungai Lampa'an Labobo, Sidrap, Sulawesi Selatan. (Asri Mursyid/IDZ Creators)

Tak hanya itu, warga juga menyakini jika banjir datang didahului pertanda awan gelap. Selain awan gelap, ada daun-daun yang mengalir di sungai itu sebelum banjir datang.

Sebelum menjadi destinasi wisata, sungai Lampa'an awalnya dijadikan tempat perakitan rotan oleh warga. Namun akhirnya berkembang menjadi destinasi wisata usai sungai itu viral di media sosial. 

Jika ingin berwisata ke sungai ini, enggak perlu merogoh uang banyak. Sebab, pihak pengelola menggratiskan biaya masuk. Pengelola hanya memungut biaya parkir kendaraan. 

Untuk roda empat, pengunjung cukup membayar parkir Rp10 ribu, sementara roda dua hanya Rp5 ribu. Di lokasi wisata itu juga, ada beberapa gazebo yang bisa digunakan untuk bersantai. 

Bikin cerita serumu dan dapatkan berbagai reward menarik! Let’s join IDZ Creators dengan klik di sini.

IDZ Creators
IDZ Creators
TAG
Yayan Supriyanto
Asri Mursyid
Asri Mursyid

Asri Mursyid

Community Writer
JOIN US
JOIN US