Bower Bird, Si Burung Penghuni Gunung Arfak di Papua
instagram/birds.nature
Travel

Bower Bird, Si Burung Penghuni Gunung Arfak di Papua

Si burung pintar yang ciamik

Astrid
Rabu, 10 Juli 2019 10:49 WIB 10 Juli 2019, 10:49 WIB

Tak kurang dari seratus kilometer di jantung kota Manokwari, Papua Barat, terhampar kawasan pegunungan yang begitu memesona. Ialah Pegunungan Arfak atau akrab disapa Pegaf yang terletak di distrik Anggi, Provinsi Papua Barat.   

Ibarat surga tersembunyi, menuju Pegaf pun tak mudah. Hanya ada satu gerbang masuk Pegaf yaitu melewati jalur darat dari Manokwari selama sekitar empat hingga lima jam perjalanan dengan kendaraan sejenis offroad.

Kabupaten Pegunungan Arfak sendiri belum banyak dikunjungi wisatawan. Alam yang masih asri, adat dan budaya yang masih kental menjadi daya tarik tersendiri untuk wisatawan.

Instagram/moppapua
Instagram/moppapua

Kabupaten Pegunungan Arfak berada di dataran tinggi sehingga punya suhu yang dingin. Dataran tertinggi di Pegunungan Arfak yaitu sekitar 2.900 meter di atas permukaan laut. Di Distrik Anggi misalnya, bila pagi hari bisa mencapai lima derajat celcius. Terkadang kabut juga turun di area Pegunungan Arfak.

Ada yang unik didalam pegunungan itu, dimana ada "penghuni" pintar yang suka menyusun berbagai barang yang berwarna-warni di tempat mainnya. Ya, dia adalah burung Vogelkop Bowerbird (Amblyornis inornata) atau sering disebut burung pintar. 

Di tengah hutan belantara pegunungan arfak ia mengambil aneka buah, kulit pohon dan daun yang memiliki warna dan menyusunnya berdasarkan warna tersebut agar si betina mau datang berkunjung.

Namun, patut disayangkan dimana wisata pegunungan arfak ini belum dikelola dengan baik sehingga hamparan yang begitu luas itu di selimuti sampah para pengunjung. Dan burung bower bird itu tidak lagi mengambil buah ataupun daun melainkan sampah-sampah yang bertebaran mulai dari tutup botol minuman kemasan, kaleng minuman, kaleng sarden, kemasan makanan, dan kantong kresek.

facebook/Een
facebook/Een Irawan Putra

Sampah itu kini sudah merubah prilaku sebuah burung yang tinggal di ketinggian 1.700-2.000 mdpl. Di atas gunung, di tengah hutan belantara, burung ini pun seperti kena delusi sampah. Burung pintar ini menyusun sampah-sampah sesuai dengan warnanya di sarang bermainnya.

Terlepas dari perilaku manusia yang suka buang sampah sembarangan ini, pesona wisata alam di pegunung arfak ini memiliki potensi begitu besar. Dimana pegaf memiliki gua yang diklaim terpanjang setelah Prancis yaitu lebih dari 2.800 meter, air terjun, penangkaran burung pintar dan cendrawasih, aneka flora fauna endemik, rumah adat kaki seribu, hingga jalur perlintasan bukit berkabut yang menawan.

    TAG
    Indozone Media
    Indozone Media

    Astrid

    Editor
    ARTIKEL LAINNYA
    LOAD MORE