The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Masjid Permen di Sri Lanka Ditutup, Karena Masalah Ini!
Masjid Jami Ul-Alfar atau Masjid Permen di Kolombo, Sri Lanka. (photo/Dok. Wikipedia)
Travel

Masjid Permen di Sri Lanka Ditutup, Karena Masalah Ini!

Rabu, 15 September 2021 11:39 WIB 15 September 2021, 11:39 WIB

INDOZONE.ID - Hadir dengan warna yang cantik, unik, dan eksentrik, itu adalah Masjid Jami Ul-Alfar. Setelah melawan panjang dengan COVID-19, masjid ini pun mengalah dan dilaporkan ditutup. Masjid Jami Ul-Alfar ini berada di Kolombo, Sri Lanka dan seringkali disebut sebagai Masjid Merah atau Masjid Permen karena warnanya meriah seperti permen. 

Masjid ini tepatnya berada di distrik Pettah yang ramai akan kesibukan pertokoan dan kendaraan bermotor setiap harinya. Sejarahnya, masjid ini dibangun sejak 1908, lalu dibuka untuk umum setahun kemudian. Masjid ini menjadi salah satu masjid terbesar di Sri Lanka. 

Masjid yang juga dikenal dengan nama Rathu Palliya dan Samman Kottu Palli ini dibangun dengan gaya Indo-Saracenic. Desainnya ini pun mengingatkan pada Masjid Jamek yang berada di Kuala Lumpur, Malaysia. Seperti tempat ibadah lainnya, Masjid Jami Ul-Alfar coba untuk tetap hidup berdampingan dengan pandemi. Jaga jarak serta disinfektan dilakukan dengan taat oleh pengelola masjid. 

"Ini adalah pertama kalinya dalam 112 tahun sejarah masjid bahwa kami harus tutup pintu untuk jamaah," ungkap Ruzni Maulavi, koordinator dan pemandu wisata masjid, mengutip The National.

"Jika satu kasus Covid-19 dikonfirmasi di antara jemaah kami, jaringan akan tersebar jauh lebih luas," jelasnya.

"Kami adalah satu-satunya masjid di Kolombo yang membuka pintu bagi wisatawan. Dari lima pintu masuk masjid, tiga diperuntukkan untuk laki-laki, satu untuk jamaah perempuan dan satu lagi untuk wisatawan," katanya. 

Keheningan yang ditawarkan masjid ini seakan jadi oase di padang gurun, jika disandingkan dengan hirup pikuk pasar yang ada di sekitarnya. 

"Ini benar-benar masa yang menantang," tutur Ruzni.

Seperti dengan negara lain, Sri Lanka mempunyai kurva positif harian COVID-19 yang meningkat. Selama 7 hari terakhir, rata-rata terdapat 2.700 kasus COVID-19 baru di sana.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fernando Sutanto

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US