The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Diduga Terlibat Kasus Hunter Biden, Elon Musk Pecat Petinggi Twitter James Baker
Ilustrasi Elon Musk. (REUTERS/Dado Ruvic)
Tech

Diduga Terlibat Kasus Hunter Biden, Elon Musk Pecat Petinggi Twitter James Baker

Kamis, 08 Desember 2022 13:11 WIB 08 Desember 2022, 13:11 WIB

INDOZONE.ID - Sejak mengambil alih Twitter Inc, Elon Musk memang langsung membuat kebijakan yang menyita banyak perhatian, salah satunya adalah memecat setengah dari jumlah karyawan Twitter untuk mengurangi pengeluaran perusahaan. 

Para petinggi Twitter juga dipecat oleh Musk, sebut saja mantan CEO Parag Agrawal hingga mantan kepala hukum Vijaya Gadde. Yang terbaru, salah satu orang terkaya di dunia itu kembali melakukan pemecatan terhadap James Baker, yang sebelumnya menjabat sebagai wakil penasihat umum Twitter. 

Baca Juga: Konflik Antara Twitter dengan Apple Berakhir Damai, Elon Musk: Ada Kesalahpahaman

Melansir dari India Today, dalam salah satu tweetnya baru-baru ini, Elon Musk mengatakan bahwa Baker telah dicopot dari posisinya karena kekhawatiran terkait penindasan informasi di bawah manajemen sebelumnya.

Elon Musk James Baker
Ilustrasi Twitter Elon Musk. (REUTERS/Dado Ruvic)

Sebuah thread yang diposting oleh jurnalis Matt Taibbi menunjukkan bahwa wakil penasihat umum Baker memainkan peran kunci dalam menekan informasi yang terkait dengan insiden laptop Hunter Biden. 

Baker dikatakan telah menjadi dalang utama dalam diskusi tentang apakah kisah laptop Hunter Biden termasuk dalam kebijakan "materi yang diretas" Twitter atau tidak.

"Mengingat kekhawatiran tentang kemungkinan peran (James) Baker dalam menekan informasi penting untuk dialog publik, dia keluar dari Twitter hari ini," kata Musk dalam tweetnya yang mengumumkan pemecatan Baker.

New York Post menambahkan, Musk sempat mengonfirmasi ke Baker sebelum memecatnya. Namun, ia menilai jika penjelasan yang diberikan oleh pengacara itu "tidak meyakinkan". 

Baca Juga: Presiden Zelensky Undang Elon Musk ke Ukraina, Mau Ngapain Nih?

Disisi lain, hingga saat ini Twitter telah kehilangan banyak karyawannya, para insinyur Twitter memutuskan untuk keluar dari perusahaan secara sukarela karena mereka tidak ingin menjadi bagian dari budaya kerja "hardcore" Musk. 

Pengunduran diri massal terjadi setelah Musk mengirim email "ultimatum" kepada karyawan yang meminta mereka untuk menandatangani email jika mereka siap menjadi bagian dari lingkungan kerja yang keras. 

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
ARTIKEL LAINNYA
LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US