The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Menkopolhukam Mahfud MD: Hacker Bjorka Sudah Teridentifikasi oleh BIN dan Polri
Ilustrasi hacker. ((FREEPIK/Standret))
Tech

Menkopolhukam Mahfud MD: Hacker Bjorka Sudah Teridentifikasi oleh BIN dan Polri

Gambaran pelakunya sudah teridentifikasi

Rabu, 14 September 2022 13:37 WIB 14 September 2022, 13:37 WIB

INDOZONE.ID - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD mengatakan gambaran pelaku peretasan "Bjorka" telah teridentifikasi oleh Badan Intelijen Negara (BIN) dan Polri, setelah melakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Sampai sekarang ini, memang gambaran-gambaran pelakunya sudah teridentifikasi dengan baik oleh Badan Intelijen Negara dan Polri; tetapi belum bisa diumumkan gambaran-gambaran siapa dan di mananya itu. Kami sudah punya alat untuk melacak itu semua," kata Mahfud MD dalam konferensi pers di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Rabu, dilansir dari Antara, Rabu (14/9/2022).

Baca Juga: Datanya Dibocorkan Hacker Bjorka, Cak Imin "Pensiun" dari WA

Lebih lanjut, Mahfud menjelaskan berdasarkan laporan dari Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Jhonny G. Plate, Kepala BIN Budi Gunawan, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Hinsa Siburian, dan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, terdapat sebuah fakta jika data-data yang berhasil diretas oleh Bjorka bersifat umum.

Hacker Bjorka
Ilustrasi hacker. (FREEPIK/sastock)

Bahkan, ia menilai jika sang peretas tidak memiliki keahlian yang sungguh-sungguh dalam membobol data-data warga Indonesia dan motifnya pun tidak membahayakan. Bjorka diklaim hanya ingin mengingatkan bahwa kita perlu hati-hati dalam menjaga kerahasiaan data pribadi.

"Hasil dari kesimpulan kami, apa yang dilakukan Bjorka ini sebenarnya tidak punya keahlian atau kemampuan membobol yang sungguh-sungguh. Dia hanya hendak memberitahu kepada kita kalau kita harus hati-hati, (data) kita akan bisa dibobol, dan sebagainya," jelasnya.

Meski begitu, Mahfud menegaskan jika Pemerintah tetap tetap serius dalam menangani kasus itu. Salah satu caranya adalah dengan membentuk satuan tugas perlindungan data yang akan melindungi data-data, terutama data negara, dari ancaman peretasan ataupun kasus kebocoran data.

Sebagai penutup, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan ingin menjadikan kasus ini sebagai pengingat agar kita harus selalu berhati-hati.

"Kami akan menjadikan ini sebagai peluang, sebagai pengingat kepada kita semua untuk sama-sama berhati-hati," pungkasnya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Rachmat Fahzry
Bagas Aulia Ananto
TERKAIT DENGAN INI

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US