The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Menkominfo: Jaringan 4G Jadi Tulang Punggung Komunikasi di Indonesia
Photo Ilustrasi. (Dok. Antara)
Tech

Menkominfo: Jaringan 4G Jadi Tulang Punggung Komunikasi di Indonesia

Jaringan 3G semakin tersisihkan

Jumat, 05 Agustus 2022 23:15 WIB 05 Agustus 2022, 23:15 WIB

INDOZONE.ID - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) RI Johnny G Plate mengatakan jika jaringan 4G akan menjadi tulang punggung jaringan telekomunikasi di Indonesia, menggantikan 3G yang akan segera dihapus secara perlahan.

"Soal (penghapusan) 3G, kita sudah menetapkan pembangunan jaringan telekomunikasi kita nanti yang menjadi tulang punggung adalah 4G," kata Menkominfo dikutip dari Antara.

Baca Juga: Samsung Galaxy A23 5G Akhirnya Rilis, Performanya Makin Ciamik!

Adapun alasan Menkominfo menjadikan 4G sebagai jaringan utama di Indonesia adalah karena kapasitas dari 4G jauh lebih besar dibanding 3G. Meski demikian, jaringan 2G justru tetap dipertahankan.

"Mengingat bahwa masyarakat masih membutuhkan 2G yang berkaitan dengan komunikasi suara, maka kita masih pertahankan untuk masyarakat yang ponselnya masih support kebutuhan 2G," ujar Johnny G Plate.

"Sedangkan 3G, karena kita sudah bangun 4G yang lebih cepat dan besar kapasitasnya dari 3G, maka 3G perlahan-lahan akan kami face out, sehingga tulang punggungnya menjadi 4G," tambahnya.

Sebagai informasi tambahan, hingga hari ini, Jumat (5/8/2022) baru ada 2 operator yang sudah merencakan untuk menghapus jaringan 3G dari Indonesia, yaitu Telkomsel dan XL.

Menurut sumber, Telkomsel akan melakukan upgrade layanan 3G ke 4G/LTE di 504 kota dan kabupaten di Indonesia mulai Maret 2022. Dengan begini, bisa dipastikan sejumlah kota dan Kabupaten di Indonesia sudah tidak bisa lagi menggunakan jaringan 3G Telkomsel.

Di sisi lain, Menkominfo melanjutkan, perkembangan jaringan dan teknologi yang dinamis tidak terelakkan saat ini, termasuk kehadiran 5G yang sudah mulai familier di Indonesia.

"Karena teknologi telekomunikasi sangat cepat, kita tentu tidak mungkin meninggalkan dan terlambat untuk mengembangkan 5G di Indonesia, sehingga kita juga mengembangkan 5G experience," ujarnya.

"Apalagi 5G model bisnisnya beda dengan 4G, yang lebih berbasis klaster dan wilayah. Untuk itu, sudah diberikan lisensi untuk tiga operator nasional kita untuk lakukan deployment dan roll out 5G di Indonesia," pungkas Johnny.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
JOIN US
JOIN US