The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Vivo Bentuk Tim Khusus Usai Smartphone-nya Dilarang Masuk Kargo Garuda Indonesia
Vivo dilarang masuk kargo pesawat Garuda Indonesia (Instagam: @vivo_global).
Tech

Vivo Bentuk Tim Khusus Usai Smartphone-nya Dilarang Masuk Kargo Garuda Indonesia

Vivo bentuk tim khusus.

Rabu, 14 April 2021 13:18 WIB 14 April 2021, 13:18 WIB

INDOZONE.ID - Pihak Vivo Indonesia menanggapi larangan masuknya ponsel Vivo ke dalam pesawat Garuda Indonesia. Maskapai penerbangan Tanah Air itu secara resmi memberikan larangan produk Vivo setelah insiden ledakan di dalam kargo pesawat di Hong Kong.

Sebelumnya, ponsel Vivo tipe Y20 diketahui meledak di Bandar Udara Hong Kong pada 11 April 2021 lalu. Ponsel tersebut diketahui akan dimuat dalam maskapai Hong Kong Airlines atau Hong Kong Air Cargo Courier.

Melalui surat pemberitahuan Cargo Information Notice (CIN), Garuda Indonesia resmi melarang pengiriman kargo untuk smartphone merk Vivo semua tipe. 

Baca Juga: Vivo Uji Coba Streaming Video 8K Pakai 5G di Event MWC 2021!

Menanggapi larangan masuknya smartphone Vivo ke dalam kargo pesawat Garuda Indonesia, pihak Vivo Indonesia memberikan pernyataan resminya. 

Melalui rilis resmi Vivo Indonesia yang didapat Indozone, Vivo hingga kini masih melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab meledaknyanya smartphone Vivo di Bandara Hong Kong. Vivo juga siap bekerja sama dengan otoritas lokal.

"Kami menerima laporan bahwa kiriman barang pada satu penerbangan kargo, beberapa di antaranya adalah produk vivo, terbakar di apron parkir Bandara Internasional Hong Kong pada tanggal 11 April 2021," ujar perwakilan Vivo Indonesia dalam rilis resmi kepada Indozone.

"Kami memberikan perhatian tinggi pada hal ini dan segera membentuk tim khusus untuk bekerja sama dengan otoritas lokal terkait untuk mencari tahu penyebabnya. Kami akan terus memberi Anda informasi terkini tentang isu ini dan memastikan bahwa produk kami yang sampai di tangan konsumen memiliki standar keamanan dan kualitas tertinggi."

Dilansir dari 91mobiles, pihak berwenang Hong Kong belum menyimpulkan sumber api dari smartphone Vivo Y20 yang meledak, tetapi diduga ada hubungannya dengan baterai yang merupakan bagian rentan terbakar.

Vivo sendiri merupakan perusahaan teknologi yang berkantor pusat di Dongguan, Guangdong, China, dengan produk smartphone yang cukup dikenal di beberapa negara Asia, termasuk Indonesia.

Artikel Menarik Lainnya: 

TAG
Fiddy Anggriawan
Lanjar Wiratri
TERKAIT DENGAN INI
JOIN US
JOIN US