The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Tim Pentagon Ungkapkan Chip Pendeteksi COVID-19 yang Bisa Dipasangkan ke Tubuh!
Ilustrasi virus COVID-19. (photo/Ilustrasi/Pexels/CDC)
Tech

Tim Pentagon Ungkapkan Chip Pendeteksi COVID-19 yang Bisa Dipasangkan ke Tubuh!

Minggu, 18 April 2021 16:44 WIB 18 April 2021, 16:44 WIB

INDOZONE.ID - Sebuah tim ilmuwan AS yang bekerja di bawah Departemen Pertahanan AS telah merilis sebuah chip yang dikatakan dapat mendeteksi tanda-tanda COVID-19 baru di tubuh manusia dalam beberapa menit ketika ditanamkan di bawah kulit. 

Pensiunan Kolonel Matt Hepburn mengatakan bahwa implan yang ditemukan oleh Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA), unit Pentagon yang kembangkan teknologi baru untuk penggunaan militer, bisa terus menguji darah. 

Dibawa dalam gel seperti tius, microchip tunjukkan reaksi kimia dalam tubuh, sinyal kepada pemakainya bahwa mereka akan mengalami gejala keesokan harinya. Memiliki kemungkinan mereka untuk diuji lebih awal untuk virus. 

"Kami dapat memperoleh informasi itu dalam tiga hingga lima menit," kata Hepburn pada acara 60 Minutes CBS News, Minggu (11 April) lalu.

"Saat Anda memotong waktu itu, saat Anda mendiagnosis dan mengobati, apa yang Anda lakukan adalah menghentikan infeksi pada jalurnya."

Hepburn menyarankan agar chip itu dapat digunakan untuk pantau kesehatan para pelaut. Implan chip tidak melacak pergerakan dan sekarang dalam pengujian tahap akhir. Microchip medis telah ada sejak 2004 ketika Food And Drug Administraion AS menyetujui perangkat identiifkasi frekuensi radio (RFID) implan yang mungkinkan dokter akses catatan medis pemakainya. 

Sejak itu, para ilmuwan kembangkan perangkat mikrochip implan untuk kirimkan obat-obatan KB dan obat-obatan lainnya, serta chip yang memantau indikator kesehatan seperti detak jantung dan tingkat oksigen dalam darah.

Penemuan DARPA terbaru lainnya adalah filter dipasang ke mesin dialisis untuk menghilangkan virus corona dari darah pasien yang sakit kritis. Filter ini diujikan pada 'Pasien 16', pasangan militer dalam perawatan intensif yang hampir meninggal dikarenakan kegagalan organ dan syok septik. 

Setelah perawatan empat hari eksperimental, pasien sembuh total. FDA sendiri telah menyetujui filter untuk pemakaian darurat.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fernando Sutanto
TERKAIT DENGAN INI

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US