The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Keren! Drone “Lebah” Ini Dapat Bangun dan Perbaiki Rumah
Drone lebah bisa perbaiki rumah. (Tangkapan layar Youtube Nature Video)
Tech

Keren! Drone “Lebah” Ini Dapat Bangun dan Perbaiki Rumah

Drone “Lebah” Ini Dapat Bangun dan Perbaiki Rumah

Jumat, 30 September 2022 09:33 WIB 30 September 2022, 09:33 WIB

INDOZONE.ID - Alam telah lama mengispirasi desain teknologi, dan peneliti kini telah menciptakan drone lebah” yang dibekali printer 3D untuk membangun dan memperbaiki bangunan, termasuk rumah.

Drone tersebut menggunakan metode pembangunan yang terinspirasi oleh lebah dan tawon.

Para peneliti percaya objek penelitian mereka pada nantinya bisa digunakan untuk membangun bangunan di lokasi yang sulit diakses atau berbahaya seperti gedung tinggi atau untuk membantu konstruksi bantuan pascabencana.

Baca Juga: Pakai Jetpack, Pria Ini Berhasil Antarkan Paket di Gedung Tinggi Arab Saudi

Salah satu peneliti, Dr Richard Ball, menjelaskan bahwa drone menggunakan bahan seperti semen untuk mencetak bangunan. Bahan ini dikembangkan para peneliti di University Bath untuk proyek tersebut, yang dipimpin oleh Imperial College London.

“Kami telah mengembangkan bahan mutakhir baru yang dioptimalkan dengan sifat unik yang diperlukan untuk pembuatan aditif udara, seperti viskositas rendah, ringan, dan pengaturan cepat,” kata Dr Richard Ball, salah satu peneliti melansir Metro, Jumat (30/9/2022).

Drone ini dikenal sebagai Aerial Additive Manufacturing (Aerial-AM), yang beroperasi tanpa awak, namun tetap digerakkan oleh manusia dengan alat pengontrol.

Prangkat terdiri dari BuilDrones, yang menyimpan material selama penerbangan, dan ScanDrones pengontrol kualitas yang terus-menerus mengukur output BuilDrones dan menginformasikan langkah manufaktur mereka selanjutnya.

“Kami telah membuktikan bahwa drone dapat bekerja secara mandiri dan bersama-sama untuk membangun dan memperbaiki gedung, setidaknya di lab. Solusi kami dapat diskalakan, dan dapat membantu kami membangun dan memperbaiki gedung di daerah yang sulit dijangkau di masa depan,” kata Profesor Mirko Kovac, peneliti utama Departemen Aeronautika Imperial.

Untuk menguji konsep tersebut, para peneliti menguji empat campuran semen untuk membuat drone.

Baca Juga: DJI Rilis Drone Baru Bernama Avata, Diklaim Bisa Terbang Cepat 18 Menit

Sepanjang pembuatan, drone menilai geometri yang dicetak secara real time dan menyesuaikan perilaku mereka untuk memastikan mereka memenuhi spesifikasi pembuatan, dengan akurasi manufaktur lima milimeter. 

"Langkah kami selanjutnya adalah bekerja sama dengan perusahaan konstruksi untuk memvalidasi solusi kami dan menyediakan kemampuan perbaikan dan konstruksi," kata Dr Paul Shepherd, penyelidik lainnya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Rachmat Fahzry
TERKAIT DENGAN INI

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US