The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Bill Gates Puji Aktivis Lingkungan Asal Aceh Farwiza Farhan: Saya Terkesan Kiprahnya
Farwiza Farhan salah satu sosok inspiratif daftar Time 100 Next 200 kategori Leaders. (Dok. Time)
Tech

Bill Gates Puji Aktivis Lingkungan Asal Aceh Farwiza Farhan: Saya Terkesan Kiprahnya

Bill Gates Puji Aktivis Lingkungan Asal Aceh Farwiza Farhan

Jumat, 30 September 2022 13:46 WIB 30 September 2022, 13:46 WIB

INDOZONE.ID - Bill Gates memberikan pujian kepada aktivis lingkungan asal Aceh, Farwiza Farhan. Bahkan dia terkesan dengan kiprah wanita itu dalam melindungi ekosistem Kawasan Leuser.

Pujian itu dilontarkan pendiri Microsoft tersebut setelah Farwiza menjadi salah sosok inspiratif, dan masuk dalam daftar Time 100 Next 200 kategori Leaders.

Dalam twitnya Jumat, (30/9/2022) Bill Gates menyampaikan bahwa sosok seperti Farwiza membuat dirinya optimis dengan masa depan dunia.

“Pemimpin seperti @wiiiiza membuat saya optimis untuk masa depan kita. Awal tahun ini, saya berkesempatan bertemu Farwiza dan sangat terkesan dengan kiprahnya melindungi ekosistem Leuser di Indonesia,” tulis Gates yang dikutip Indozone, Jumat (30/9/2022).



Baca Juga: Bill Gates Beberkan Dampak Mengerikan Perang Rusia Vs Ukraina, Bikin Merinding!

Farwiza dianggap sosok penting yang mempertahankan ekosistem kawasan ekosistem Leuser, yang terletak di Sumatera Utara dan Aceh.

Pada potongan lapporannya, Time menyebut bahwa Ekosistem Leuser adalah salah satu paru-paru terbesar dunia, yang menyerap CO? dari atmosfer dan menyimpannya di daun, batang, dan tanah hutan. 

Jika hutan-hutan ini ditebang, maka itu berarti semua CO? dilepaskan kembali ke atmosfer yang sudah terbebani, ke dalam gas rumah kaca yang menyelimuti dunia dan menjebak panas matahari.

Baca Juga: Bill Gates Ramalkan Manusia di Masa Depan Tak Pakai Smartphone Lagi, Tapi Tato Elektronik

Mempertahankan ekosistem dari industri, dari pembangunan, serta pemburu liar, seperti yang dilakukan Farwiza dan rekan-rekan aktivisnya, adalah pekerjaan penting. 

“Ketika saya mulai, semua orang berkata, ‘Kamu tidak bisa melakukan semuanya. Anda harus fokus. Kamu tidak bisa melakukan akademis dan kehutanan, pertanian dan pendidikan, kamu harus memilih,’” kata Farwiza dalam laporan Time.

“Tapi apa gunanya mendidik seorang wanita muda jika dia kembali ke desanya dan meninggal karena kurangnya sanitasi? Semuanya saling berhubungan. Kita perlu memecahkan masalah ini,” tambahnya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Rachmat Fahzry
ARTIKEL LAINNYA
LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US