Jangan Asal Download! Hati-hati Aplikasi Ini Bisa Merusak Ponsel
Ilustrasi ponsel pintar (REUTERS/Truth Leem)
Tech

Jangan Asal Download! Hati-hati Aplikasi Ini Bisa Merusak Ponsel

Meski memudahkan, tapi berbahaya

Senin, 13 Januari 2020 17:35 WIB 13 Januari 2020, 17:35 WIB

INDOZONE.ID - Saat ini, ponsel pintar dilengkapi dengan berbagai aplikasi yang memudahkan pengguna. Beberapa dari mereka bahkan bisa men-download dengan cepat dan gratis.

Sayangnya, beberapa aplikasi yang dianggap aman ini bisa berbahaya bagi ponsel. Salah satunya, apabila terdapat aplikasi yang meminta terlalu banyak izin.

Bahkan, beberapa aplikasi ini bisa meng-upload isi buku telepon bersamaan dengan lokasi pengguna ke server jaringan iklan. Seperti dikutip dari berbagai sumber, ini dia aplikasi yang berbahaya bagi ponsel!

Ilustrasi ponsel pintar (REUTERS/Andrew Kelly)
Ilustrasi ponsel pintar (REUTERS/Andrew Kelly)
  • UC browser

UC browser, aplikasi web Android paling populer di Tiongkok dan India. Aplikasi ini menawarkan dan mengklaim sebagai web dengan "mode cepat" yang akan menghemat penggunaan data berkat kompresi. Sayangnya, aplikasi ini tidak aman.

Aplikasi ini mengirimkan permintaan pencarian pengguna tanpa enkripsi ke Yahoo India dan Google. Nomor IMSI pengguna, nomor IMEI, Android ID, dan alamat Wi-Fi dikirim tanpa enkripsi, dan data geolokasi pengguna (termasuk bujur/lintang dan nama jalan) ditransmisikan tanpa enkripsi ke AMAP (alat pemetaan Alibaba).Sebagai alternatif penggunaan lebih aman, menggunakan Chrome dan Firefox. 

  • Pemutar musik

Memainkan musik dengan mudah. Aplikasi ini menjadi pilihan pengguna di Google Play. Sayangnya, aplikasi ini mengganggu pengguna karena memiliki banyak iklan.

Bahkan, beberapa bisa menguras baterai ponsel. Keluhan pun sempat dilayangkan di kolom komentar atau terlihat dari nilai yang jelek di Google Play.

Ilustrasi ponsel (REUTERS/Hamad I Mohammed)
Ilustrasi ponsel (REUTERS/Hamad I Mohammed)
  • Aplikasi Anti-virus

Banyak pengguna yang merasa aman setelah mengunduh aplikasi ini. Sayangnya, aplikasi anti virus juga bisa mengancam ponsel.

Apalagi, sebenarnya tidak semua ponsel memerlukan aplikasi anti-virus. Tetapi aplikasi ini berhasil membuai pengguna ponsel Android. Salah satu bahayanya, jika menginstal perangkat lunak dari sumber pihak ketiga (misalnya, bukan Google Play Store), dapat membuka malware yang tidak dikendalikan Google.

  • File Explorer

Pengguna file explorer menggunakan aplikasi ini karena dianggap memudahkan untuk mencari data di ponsel. Tapi versi gratisnya bisa disusupi oleh bloatware dan AD-ware.

Selain itu, terdapat iklan yang kerap kali muncul di layar ponsel. Sebagai alternatif, gunakan OI file Manager atau FX file Explorer, untuk meminimalisir iklan yang mengganggu.

Ilustrasi ponsel (REUTERS/Lucas Jackson)
Ilustrasi ponsel (REUTERS/Lucas Jackson)
  • Penghemat Baterai

Aplikasi yang menjanjikan "baterai hemat" memiliki banyak pengguna. Sama seperti beberapa aplikasi lainnya, hanya menjanjikan angin segar.

Penghemat baterai ini tidak benar-benar bisa membuat baterai ponsel jadi lebih hemat. Tetapi membuat ponsel dikhawatirkan disusupi dengan virus atau malware. Bahkan, iklan pun bisa muncul saat menggunakan ponsel.

  • Kolase Foto

Meng-edit foto, dan disajikan dengan berbagai frame menggemaskan, menjadi salah satu daya tarik aplikasi ini. Menawarkan 120 frame yang berbeda, dengan teks tambahan, dan latar belakang yang menarik.

Sayangnya, aplikasi ini juga menampilkan banyak iklan mengganggu. Yang paling menyebalkan adalah iklan di layar kunci. Disarankan menggunakan Photoshop meski penggunaanya agak sedikit sulit, atau bisa mencoba Snapseed Google yang semakin mengesankan.


Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Desika Pemita

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU