The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Meski Canggih secara Teknologi, Elon Musk Khawatir Warga Jepang Bisa Punah
Bayi di Jepang sedang diberikan susu dari botol. (REUTERS)
Tech

Meski Canggih secara Teknologi, Elon Musk Khawatir Warga Jepang Bisa Punah

Tingkat Kelahiran Terus Menurun

Rabu, 11 Mei 2022 08:59 WIB 11 Mei 2022, 08:59 WIB

INDOZONE.ID - Orang terkaya di dunia, Elon Musk mengatakan negara Jepang bisa punah karena tingkat kelahiran yang terus menurun. Ia pun dikecam atas pernyataannya tersebut.

"Kecuali mereka mengubah sesuatu untuk menyebabkan angka kelahiran melebihi angka kematian, Jepang pada akhirnya akan lenyap," kata Musk dalam cuitannya, seperti dikutip dari The Guardian, Rabu (11/5/2022).

"Ini akan menjadi kerugian besar bagi dunia," sambungnya.

Baca Juga: Semakin Permudah Cari Konten Milik Teman, Tiktok Rilis "Friends Tab"

Elon Musk mengatakan ini karena melihat laporan pemerintah Jepang tentang populasi nasional yang turun hingga 644.000 pada tahun lalu. Angka itu merupakan rekor baru bagi Jepang yang mengalami penurunan kelahiran selama 11 tahun berturut-turut.

Tak berapa lama, cuitan Elon Musk langsung diserbu netizen dari seluruh dunia. Ada yang setuju dan juga tidak.

Netizen Twitter di Jepang sebagian menanggapi positif cuitan Elon Musk itu. Mereka menilai cuitan Elon Musk sebagai sindiran terhadap pemerintah Jepang yang tak berbuat banyak untuk mendorong warganya memiliki keturunan.

"Mereka terus mengatakan angka kelahiran menurun, tapi mengingat pemerintah tidak mengambil langkah menyeluruh untuk mengatasinya, apa yang bisa kita katakan? Semua yang mereka katakan dan lakukan bertentangan," ucap seorang netter.

Sedangkan yang kontra menyebut Jepang bukan satu-satunya negara maju yang mengalami penurunan populasi.

"Apa gunanya mencuit ini? Kecemasan seputar masa depan demografis Jepang bukan tentang 'Jepang pada akhirnya akan lenyap' tapi tentang dislokasi sosial yang mendalam yang terjadi akibat dari penurunan ke tingkat populasi yang lebih rendah," kata pengamat dari Center for American Progress Tobias Harris.

"Upah dan pendapatan yang dapat dibelanjakan telah menurun selama 20-30 tahun di Jepang selain bagaimana 40% karyawan adalah pekerja paruh waktu dengan upah yang lebih rendah. Bagaimana mereka bisa menikah dan punya anak?" kata pengguna Twitter @yone_maca.

Meski Jepang mengalami penurunan populasi, tapi mereka masih jadi salah satu raksasa ekonomi dunia dengan segala kecanggihan teknologinya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahmy Fotaleno
Victor Median
JOIN US
JOIN US