The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Data 91 Juta Pengguna Tokopedia Beredar di Facebook
Tokopedia. (Dok. Tokopedia)
Tech

Data 91 Juta Pengguna Tokopedia Beredar di Facebook

Ini penjelasannya.

Senin, 06 Juli 2020 10:14 WIB 06 Juli 2020, 10:14 WIB

INDOZONE.ID - Pertengahan Mei 2020 lalu, publik dikejutkan dengan kabar bocornya data pengguna e-commerce Tokopedia. Kebocoran data ini melibatkan 91 juta akun pengguna Tokopedia meliputi nama, email, alamat, nomor telepon dan sejumlah data lainnya. Diketahui salah satu anggota dari akun Raidforums.com menjadi pelaku peretasan tersebut.

Lembaga Riset Siber Indonesia CISSRec (Communication and Information System Security Research Center) menemukan bukti penjualan 91 data pengguna Tokopedia di laman Facebook. Menurut Chairman CISSReC Pratama Persadha, link tersebut diposting oleh salah satu anggota grup keamanan siber yang memiliki anggota 15 ribu anggota.

Diketahui akun bernama @Celllibis dari Raidforums membagikannya pada Jumat (3/7/2020) sebelum hadir di Facebook. Untuk membeli data tersebut di dark web dengan harga US$5 ribu atau Rp72,6 juta. Apabila ingin mengunduh data pengguna Tokopedia dibutuhkan VPN karena semua data tersimpan dalam server yang berada di Amerika Serikat.

Situs Raidforums menerapkan credist dan link download, misalnya member bisa menaruh deposit uang via Paypal sebesar Rp130 ribu. Apabila pembayaran telah selesai maka link hosting akan muncul dan siap diunduh.

"Data tersebut tersedia dalam format zip dengan ukuran 9,5 GB. Kemudian diekstrak hasil file berbentuk format txt dengan ukuran 28,5 GB. Namun, untuk mendapatkan data tersebut membutuhkan aplikasi khusus berbentuk Ultraedit. Barulah anda bisa melihat 91.174.216 data pengguna dalam bentuk hash," ujar Pratama dalam siaran pers yang dikonfirmasi Indozone, Senin(6/7/2020).

Menurut hasil penelusuran, jenis file yang beredar di laman Facebook sama persis dengan file yang bocor pada Mei 2020 lalu. Pratama juga menambahkan bahwa link yang beredar di Facebook dan situs Raidforums telah lenyap pada Minggu sore. Padahal mereka menjanjikan akan menghapusnya dalam waktu lima hari ke depan, hingga hari ini link tersebut sudah tidak bisa diakses lagi.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Desika Pemita
Yulia Marianti
Syarifah Noer Aulia

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US