Pendiri WhatsApp, Brian Acton Kukuh Menghapus Akun di Facebook
Ilustrasi media sosial (Unsplash/christianw)
Tech

Pendiri WhatsApp, Brian Acton Kukuh Menghapus Akun di Facebook

Konflik dengan Zuckerberg

Indozone Media
Sabtu, 09 November 2019 15:10 WIB 09 November 2019, 15:10 WIB

INDOZONE.ID - Salah satu pendiri WhatsApp, Brian Acton, masih kukuh menggagas untuk menghapus akun di media sosial Facebook, melansir dari The Verge

Ia mengatakan hal itu pada banyak orang di KTT ulang tahun ke 25 Wired, ia memutuskan pergi dari kehidupan jejaring sosial di dunia maya. 

"Jika kamu ingin berada di Facebook dan ingin melihat iklan di depan mata, pergi lah ke kota," katanya.

Cuitan Acton muncul ke permukaan dalam skandal Cambridge Analytica ketika gerakan #DeleteFacebook 'mengguncang dunia.'

Perusahaan terguncang ketika kesalahan penanganan data pengguna perusahaan konsultasi politik dengan maksud khusus untuk memengaruhi pemilihan di tahun 2016, ketika Acton terlibat dalam perselisihan itu. 

Pada saat kejadian tersebut terjadi, Acton telah menjauh dari Facebook selama lebih dari setahun. Ia mengundurkan diri pada 2017 karena konflik dengan Mark Zuckerberg mengenai monetisasi WhatsApp.

Ia meninggalkan jutaan orang dan menjadi kritikus vokal pada jejaring sosial setelah keluar dari Facebook. 

Acton meninggalkan Facebook, karena ia menyadari kesalahan fatal yang telah dilakukan perusahaannya terdahulu. Ia merasa kecewa dan jauh lebih terlihat. 

Acton bukan eksekutif Facebook pertama yang berbicara menentang perusahaan setelah pergi. Pada tahun 2017, mantan kepala pertumbuhan Chamath Palihapitiya membuat pernyataan 

"Kami telah menciptakan alat yang merobek tatanan sosial bagaimana masyarakat bekerja." ucapnya. 

Kini, setelah ia meninggalkan jejaring sosial, Acton mendirikan Signal Foundation, organisasi nirlaba di balik aplikasi pesan terenkripsi yang digunakan oleh jurnalis dan pembela hak asasi manusia di seluruh dunia. 

Hingga kini, ia tetap skeptis mengenai komitmen Mark Zuckerberg untuk enkripsi, namun ia mengatakan sebuah pesan untuk mantan rekannya dulu, Zuckerberg

"Jika dia ingin mewujudkannya, dia akan melakukannya. Tapi dia dikenal (karena) mengubah pikirannya." katanya. 

Perusahaan yang telah ia bangun menghadapi tekanan dari politisi yang khawatir tentang implikasi keamanan nasional mengenkripsi banyak aplikasi Facebook. 

Bulan lalu, Jaksa Agung William Barr mengirim surat kepada Mark Zuckerberg yang mendesaknya untuk menghentikan rencananya untuk enkripsi, dengan mengutip kekhawatiran keamanan nasional.

Mengutip kesulitan-kesulitan ini, Acton mengatakan Zuckerberg menghadapi pertempuran yang sulit. 

"Lebih banyak kekuatan untuk Facebook jika mereka mencapainya. Tapi itu akan sulit bagi mereka untuk melakukannya." katanya. 

Artikel Menarik Lainnya: 

  •  
TAG
Bela
Bela

Bela

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU