The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Antonov Rusak di Ukraina, Kominfo Cari Opsi Pesawat Kargo Angkut Satelit SATRIA-1
Logo Kementerian Kominfo. (Kominfo.go.id)
Tech

Antonov Rusak di Ukraina, Kominfo Cari Opsi Pesawat Kargo Angkut Satelit SATRIA-1

Rabu, 16 Maret 2022 11:23 WIB 16 Maret 2022, 11:23 WIB

INDOZONE.ID - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tengah mencari alternatif pesawat kargo untuk mengangkut satelit SATRIA-1 usai pesawat Antonov An-225 Mriya rusak akibat perang di Ukraina.

Awalnya, Indonesia berencana menggunakan pesawat kargo terbesar di dunia Antonov untuk mengangkut satelit SATRIA-1 dari Prancis tempat pembuatannya, ke Amerika Serikat, lokasi peluncuran satelit.

Namun, pesawat Antonov An-225 Mriya, yang semula ingin digunakan, hancur karena serangan pasukan Rusia di bandara Hostomel, di luar ibu kota Ukraina, Kiev, pada 27 Februari lalu.

Kerusakan ini menimbulkan masalah bagi Indonesia lantaran tidak banyak unit pesawat kargo Antonov yang tesedia di dunia. 

Baca Juga: Tawarkan 52 Miliar Lembar Saham, Berikut Perkiraan Pertumbuhan Pasar GoTo

Menurut Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate, hanya ada sekitar 15 pesawat Antonov, 7 di antaranya milik Rusia dan tidak mungkin digunakan karena sanksi yang dikenakan kepada negara tersebut akibat invasinya ke Ukraina.

Delapan pesawat Antonov lainnya, termasuk Antonov An-225 Mriya yang hancur merupakan milik Ukraina. Setidaknya ada 3 pesawat Antonov yang tidak mungkin digunakan karena berada di medan perang.

Kominfo pun berencana menggunakan Beluga dari Airbus untuk mengangkut SATRIA-1 dari tempat perakitan di Toulouse dan Cannes (Prancis) serta Belfast (Irlandia) ke lokasi peluncuran milik SpaceX di Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat.

Selain jalur darat menggunakan Beluga, menurut Johnny, mereka juga melihat ada opsi lain yaitu menggunakan transportasi laut.

Antonov An-225 Mriya merupakan pesawat terpanjang dan terberat yang pernah dibuat dengan kemampuan mengangkut kargo berbobot 640 ton.

Konglomerasi pertahanan negara Ukraina, Ukroboronprom memperkirakan perbaikan pesawat akan memakan waktu yang lama dan membutuhkan biaya lebih dari 3 miliar dolar AS.

Satelit SATRIA-1 dijadwalkan meluncur pada pertengahan tahun 2023 dan bisa beroperasi pada kuartal terakhir tahun yang sama.

"Meski pun ada perang di Ukraina, satelit kita masih terjadwal," kata Menteri Kominfo Johnny dalam keterangan resmi, Selasa (15/3/2022) dikutip dari Antara.
 

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Ristuyana
Laila Rahmi Batubara
JOIN US
JOIN US