The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Mengenang Karir Valentino Rossi, The Doctor yang Rebut 5 Gelar dan Tahun-tahun Sulitnya
Valentino Rossi (REUTERS/Pedro Nunes)
Sport

Mengenang Karir Valentino Rossi, The Doctor yang Rebut 5 Gelar dan Tahun-tahun Sulitnya

Jumat, 06 Agustus 2021 10:11 WIB 06 Agustus 2021, 10:11 WIB

INDOZONE.ID - Valentino Rossi mengumumkan bahwa dia resmi pensiun dari MotoGP, mengakhiri 25 tahun karirnya. Rossi tidak akan membalap lagi di MotoGP setelah musim 2021 selesai.

Rossi menutup karir di dunia balap dengan sangat kinclong. Ia menjadi satu-satunya pebalap yang telah memenangi gelar juara dunia di kelas 125cc, 250cc, 500cc, dan MotoGP.

Valentino Rossi memulai karirnya pada 1996 saat ia berusia 17 tahun menempati posisi start ke-14 di Sepang, Malaysia. Di pertandingan itu, pembalap Italia ini mengendarai motor Aprilia RS125 dan finis di posisi 6 besar.

Namanya pun mencuri perhatian penonton. Penampilannya terus membaik dan akhirnya menaiki podium perdana di GP Austria, lalu mencapai kemenangan pertamanya di GP Ceko dua pekan berselang.

Tahun berikutnya menjadi milik Rossi sepenuhnya. Dia merebut gelar juara dunia kelas 125cc lewat 11 kemenangan dari 15 Grand Prix.

Aprilia kemudian membawa Rossi naik kasta ke kelas 250cc saat dia masih 19 tahun. Namun, Rossi harus puas finis sebagai runner-up di belakang Loris Capirossi.

Di tahun 1999, Rossi balas dendam. Dia  mengambil alih kejuaraan setelah kemenangan di GP Spanyol dan Italia. Kemudian berlanjut dengan tujuh kemenangan hingga akhirnya merebut gelar dengan margin 48 poin dari pebalap Honda Tohru Ukawa.

Rossi terus naik kelas dan akhirnya mengendarai Honda NSR500. Sebagai rookie, ia mencatatkan DNF di dua balapan pertamanya, namun tak perlu waktu lama bagi Rossi untuk naik podium di kelas paling bergengsi itu. Yang pertama ia raih di Jerez.

Sayangnya, gelar juara dunia kala itu jatuh ke tangan Kenny Roberts Jr.

Rekor Lima gelar beruntun

Valentino Rossi
Valentino Rossi (REUTERS/Matthias Rietschel)

Pebalap kelahiran Urbino, Italia itu mulai mendominasi MotoGP ketika membalap untuk Honda dan kemudian Yamaha, dengan meraih lima titel secara beruntun dari 2001 hingga 2005.

Pada 2001 ia memboyong titel pertamanya di kelas 500cc. Kemudian di tahun keduanya berlaga di kelas premier Rossi mengoleksi 11 kemenangan dari 16 balapan dan mengalahkan rival terdekat Max Biaggi dengan margin 106 poin di saat era motor dua tak berakhir.

Saat debut di Kejuaraan Dunia MotoGP, Rossi masih mendominasi dan memenangi kejuaraan dengan jarak teramat jauh yaitu 140 poin dari rivalnya,

Di tahun 2003, Rossi mempersembahkan titel terakhir untuk Honda dan akhirnya pindah ke Yamaha. Di sana, dia meraih dua gelar juara dunia berikutnya, sebelum kemudian dihentikan oleh Nicky Hayden di tahun 2006. Kala itu, Rossi hanya finis di peringkat tiga.

Tahun 2007, Casey Stoner yang meraih gelar juara dengan mengendarai motor Ducati. Namun, Rossi membuktikan dia belum usai dengan meraih gelar juara di tahun 2008 dan 2009.

Tahun-tahun sulit

Meski begitu, Rossi mulai memasuki penurunan karir. Dia menelan pil pahit setelah dikalahkan rekan satu timnya di Yamaha, Jorge Lorenzo, pada 2010, dan akhirnya pindah ke Ducati.

Bersama Ducati, Rossi hanya tiga kali naik podium selama dua musim. Rossi pun memutuskan  kembali ke Yamaha pada 2013 dan meraih kemenangan pertamanya sejak tiga tahun terakhir di Assen.

Di tahun 2014, Rossi menjadi runner-up, dan di tahun berikutnya dia lagi-lagi harus rela dikalahkan oleh Jorge Lorenzo.

Tahun 2016, pebalap yang dijuluki The Doctor ini panen pole position, serta kemenangan dan finis podium. Sayangnya, gelar juara dunia jatuh ke tangan Marc Marquez.

Tahun 2017 menyaksikan kemenangan terakhir pebalap nomor 46 tersebut yaitu GP Belanda di Assen dan merupakan musim yang sulit bagi Rossi karena mengalami patah kaki sebelum GP San Marino.

Pada 2018 Valentino Rossi bertahan dengan Yamaha dan finis tiga besar di kejuaraan, dengan dua podium ia raih di tahun berikutnya meski tanpa kemenangan dalam dua musim itu.

Terakhir kali Rossi berpesta dengan sampanye yaitu ketika ia finis peringkat tiga di Jerez pada awal musim 2020.

Tahun ini Rossi berseragam tim Petronas Yamaha SRT, untuk pertama kalinya dalam 19 tahun terakhir membela tim satelit, dan tandem dengan anak didiknya di Akademi VR46 Franco Morbidelli.

Musim ini menjadi babak terakhir bagi kisah seorang Valentino Rossi sebagai seorang pebalap Grand Prix.

"Ini keputusan yang sulit tapi saya rasa pada akhirnya di semua olahraga, hasil membuat perbedaan. Pada akhirnya ini jalan yang terbaik," kata Rossi.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Zega
Zega

Zega

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US